Jangan Tergesa-gesa Mendoakan Keburukan, Perhatikan Dulu Hal Ini Sebelum Melakukan


Rabu, 27 Januari 2021 - 21:34:47 WIB
Jangan Tergesa-gesa Mendoakan Keburukan, Perhatikan Dulu Hal Ini Sebelum Melakukan Ilustrasi berdoa. Foto: Republika

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Kadang, kita merasa menjadi manusia paling sial di dunia. Sering kali kita merasa mendapat akibat atas perlakuan buruk seseorang. Tanpa sadar, kita mengucapkan permohonan agar orang tersebut mendapatkan hal yang buruk.

Lalu bagaimana Islam memandang hal tersebut? Jangan tergesa-gesa mendoakan keburukan untuk orang lain.

Baca Juga : MSG Ternyata Sangat Berguna Bagi Lansia, Ini Penjelasan Pakar Diet

Seperti dikutip dari Sahijab.com, Rabu (27/1/2021), perhatikan dulu hal-hal di bawah ini sebelum terlanjur mengucap lisan. Dikumpulkan dari berbagai sumber, yuk cek dulu apakah memang kita layak mendoakan keburukan buat orang lain?

1. Manusia bersifat tergesa-gesa

Apapun yang sedang kamu rasakan, tundalah menyampaikannya dalam doa. Sebab, manusia yang sedang emosional bisa berdoa untuk keburukan, seperti ia juga bisa berdoa untuk kebaikan. Allah SWT mencatat manusia sebagai makhluk yang sering kali tergesa-gesa.

Baca Juga : Cewek Ini Ngaku Tidur Nyaris 24 Jam, Warganet: Tidur Apa Latihan Meninggal?

Dalam surat Al Isra ayat 11, Allah SWT mengatakan sebagai berikut: "Allah berfirman, "Manusia berdoa untuk keburukan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa." (QS. al-Isra: 11)

2. Doa orang yang teraniaya didengar, namun doa buruk bukan hal yang disuka oleh Allah SWT

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Takutlah kalian terhadap doa orang yang didzalimi, karena tidak ada hijab antara dia dengan Allah." (HR. Bukhari-Muslim).

Baca Juga : Bertemu dengan Orang yang Sedang Bad Mood? Hadapi dengan 3 Cara Ini

Orang yang didzalimi, diizinkan oleh syariat untuk mendoakan keburukan bagi orang yang mendzaliminya. Tetapi dalam surat An Nisa ayat 148, Allah befirman, "Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya.

Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. an-Nisa: 148). Menurut Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, maksud dari ayat di atas adalah doa buruk dari orang yang didzalimi kepada orang yang mendzalimi.

Baca Juga : Aplikasi Zoom Sukses Bawa Li Ka Shingi Kembali Menjadi Orang Terkaya

3. Mendoakan keburukan pada orang yang tidak bersalah adalah hal yang dzalim

Surat An Nisa ayat 148 sudah menjelaskan bahwa Allah SWT tak menyukai perkataan yang buruk. Bahkan untuk mereka yang sudah berlaku dzalim pada kita, Allah SWT tetap meminta kita berbicara baik. Meski Allah juga menggaransi tak ada hijab antara mereka yang didzalimi dengan pelakunya.

Apatah lagi jika kita tak didzalimi tapi mendoakan keburukan. Jika merasa bersedih atas perlakuan buruk orang lain, maka berserahlah pada Allah SWT. Gantungkan semua keresahan dan kesedihan pada Allah SWT. Sampaikan pada Allah SWT tentang kesedihan yang kita rasakan, namun hindari mendoakan keburukan. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Sahijab.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]