Kapolri Listyo Sigit Tepati Janji, Ambroncius Nababan Ditahan Terkait Ujaran SARA ke Natalius Pigai


Kamis, 28 Januari 2021 - 09:52:50 WIB
Kapolri Listyo Sigit Tepati Janji, Ambroncius Nababan Ditahan Terkait Ujaran SARA ke Natalius Pigai Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

HARIANHALUAN.COM - Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan tersangka dan menahan Ambroncius Nababan. Dia diduga melakukan ujaran yang mengandung unsur Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

Tampaknya, langkah yang diambil penyidik menetapkan tersangka dan menahan Ambroncius ini sebagai bukti nyata dari program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Yang, ingin menjadikan Polri sebagai institusi yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan atau Presisi.

Baca Juga : Seleksi ASN 2021, Ada 183 Ribu Formasi PPPK Non Guru Disiapkan

Dilansir dari Vivanews.com, Sigit berkomitmen akan menindak tegas siapa saja yang melakukan tindak pidana dunia bidang siber dan berdampak terhadap integrasi bangsa. Tentu, Polri tidak akan pandang bulu menegakkan hukum tersebut.

Hal itu disampaikan Listyo Sigit saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Kapolri bersama Anggota Komisi III DPR RI di Gedung DPR/MPR Senayan pada Rabu, 20 Januari 2021.

Baca Juga : Pemerintah Daerah Diminta Mempercepat Proses Vaksinasi Covid-19

“Kalau mengancam masalah bagaimana kalau kita tidak proses berdampak terhadap integrasi bangsa atau SARA, maka hal ini perlu diproses. Artinya, ada batasan-batasan di mana restorative justice ini kita terapkan,” kata Listyo Sigit.

Ternyata, janji Listyo Sigit dibuktikan oleh jajaran Bareskrim dalam menegakkan hukum dengan menindak Ambroncius Nababan yang diduga melalukan tindak pidana melalui dunia siber. Yakni menyandingkan foto Pigai dengan gorilla.

Baca Juga : Presiden Jokowi Sebut PPKM Mikro Efektif Tekan Laju Kasus Covid-19

Untuk itu, Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi mengatakan, penyidik menetapkan Ambroncius sebagai tersangka supaya memberikan efek jera dan pelajaran bagi masyarakat lainnya. Bahwa, masyarakat harus memanfaatkan media sosial dengan baik.

“Pesannya jangan lagi main jari yang mengarah ke perpecahan bangsa, khususnya rasis, agama, suku atau golongan,” kata Slamet pada Rabu, 27 Januari 2021.

Baca Juga : Vaksinasi Ribuan Prajurit TNI-Polri di Kepri Dipantau Langsung Kapolri dan Panglima TNI

Menurut dia, masyarakat punya hak untuk melakukan kritik maupun saran kepada siapa pun. Asalkan, kritik itu harus sesuai koridor tanpa merugikan pihak lain dan jangan sampai mengarah pada ujaran yang nuansa SARA.

“Kalau bentuk kritik hal yang berbeda,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan,Dalam postingannya, Ambroncius Nababan menyandingkan foto Pigai ini dengan Gorilla. Duduk persoalannya, Pigai disindir oleh Ambroncius melalui media sosial karena menolak vaksin yang diprogramkan Pemerintah.

Kemudian, Ambroncius dilaporkan oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat, Slus Dowansiba ke Polda Papua Barat dengan nomor laporan polisi: LP/17/I/2021/Papua Barat pada Senin, 25 Januari 2021.

Setelah diperiksa, penyidik langsung menetapkan tersangka terhadap Ambroncius pada Selasa, 26 Januari 2021. Selanjutnya, tersangka juga dilakukan penangkapan untuk ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : vivanews.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]