Setelah 55 Hari Nol Kasus, Vietnam Kembali Laporkan 2 Kasus Baru Corona


Kamis, 28 Januari 2021 - 12:21:06 WIB
Setelah 55 Hari Nol Kasus, Vietnam Kembali Laporkan 2 Kasus Baru Corona Setelah 55 Hari Nol Kasus, Vietnam Kembali Laporkan 2 Kasus Baru Corona

HANOI, HARIANHALUAN.COM - Hanya beberapa minggu sebelum libur Tahun Baru imlek, Kementerian Kesehatan Vietnam pada hari Kamis (28/1) mengkonfirmasi dua kasus penularan lokal COVID-19. Padahal negara tersebut selama 55 hari melaporkan nol kasus.

Dilansir detikcom dari Reuters, Kamis (28/1/2021) meski jumlahnya sangat kecil dibandingkan kasus infeksi baru di beberapa negara, kedua kasus ini merupakan kejutan bagi Vietnam.

Baca Juga : AS dan Rusia Makin Panas, Biden Peringatkan Putin Soal Navalny

Berkat karantina, pengujian dan pelacakan yang ketat, Vietnam hanya melaporkan 1.551 kasus dan 35 kematian karena COVID-19 sebelum Kamis (28/1). Angka ini menjadikan Vietnam berada dalam tiga negara teratas dalam survei tentang seberapa baik negara-negara menangani pandemi.

Kementerian Kesehatan Vietnam memerintahkan provinsi dan lembaga negara untuk memperketat penyaringan dan kontrol terkait pandemi.

Baca Juga : Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Pakistan Tembus Rekor

Upaya pelacakan kontak telah dilakukan di dua provinsi paling utara, Hai Duong dan Quang Ninh, di mana dua infeksi baru terdeteksi - salah satunya terkait dengan varian baru virus Corona dari Inggris - dan sebuah desa di Hai Duong di-lockdown. Varian COVID-19 asal Inggris diketahui lebih mudah ditularkan.

"Kami harus melakukan semua upaya untuk menemukan daerah yang terinfeksi dalam 10 hari untuk menghentikan wabah," kata Vu Duc Dam, kepala satuan tugas COVID-19 nasional dalam pernyataan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga : Perawat Florida Terancam Bui 5 Tahun, Usai Ancam Bunuh Kamala Harris

Dalam waktu tersebut, dua kasus baru juga muncul saat kongres Partai Komunis digelar di ibu kota Vietnam, Hanoi, di mana ada 1.600 delegasi dari seluruh Vietnam yang hadir.

Pada hari Kamis (28/1) waktu setempat, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc mengadakan pertemuan di sela-sela kongres dengan satuan tugas COVID-19 nasional untuk membahas kasus baru Corona ini. Pemakaian masker juga diwajibkan di lokasi kongres untuk pertama kalinya sejak dimulai Senin lalu (25/1).

Baca Juga : Ikuti Langkah AS, Giliran Ceko Usir 18 Diplomat Rusia

Pasien terbaru COVID-19 Vietnam merupakan staf pendukung di Bandara Internasional Van Don yang bertanggung jawab untuk membawa penumpang yang terinfeksi yang datang dari luar negeri ke fasilitas karantina COVID-19.

Pasien lainnya adalah pekerja pabrik yang melakukan kontak dengan seorang warga negara Vietnam, yang kemudian melakukan perjalanan ke Jepang dan dinyatakan positif varian baru virus Corona Inggris, yang telah dipastikan jauh lebih mudah menular.

"Pekerja staf bandara itu telah pergi ke beberapa tempat umum, termasuk rumah sakit," kata Kementerian Kesehatan dalam pernyataannya.

"Untuk kasus pekerja pabrik, mengingat keterlibatannya dengan varian Inggris, pelacakan kontak harus dilakukan secepat mungkin tetapi dengan cara yang sangat hati-hati," imbuh kementerian.

Langkah-langkah pencegahan ketat COVID-19 di Vietnam telah membantu dengan cepat menghentikan wabah awal virus Corona, memungkinkan negara itu untuk melanjutkan aktivitas ekonominya lebih awal daripada sebagian besar Asia.

Gelombang pertama infeksi Corona terjadi pada bulan April, dan Vietnam menjalani hampir 100 hari tanpa penularan hingga muncul kasus pertama di pusat kota Danang pada bulan Juli 2020 lalu. Kasus lebih lanjut terdeteksi di pusat bisnis Kota Ho Chi Minh pada awal Desember 2020.

Vietnam secara efektif menutup perbatasannya untuk memerangi virus Corona dan telah menangguhkan penerbangan masuk dari negara-negara dengan varian baru COVID-19, seperti Inggris dan Afrika Selatan.(*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]