Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi


Senin, 01 Februari 2021 - 22:36:28 WIB
Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi Ilustrasi

Oleh: Rahmadiantia Djunaedi - Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unand

Pandemi COVID-19 membawa dampak besar pada dunia pendidikan di Indonesia. Sebagian besar sekolah memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online dari rumah.

Baca Juga : Blak-blakan di Lisensi Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT)

Hal ini tentu menjadi tantangan seluruh pihak, khususnya orang tua. Mau tak mau, orang tua harus terlibat lebih aktif dalam mendampingi anak-anaknya belajar di rumah.

"Saya melihat tantangan paling besar itu sebenarnya bukan teknologi, uang, bukan hal-hal bersifat fisik, tapi lebih ke mindset," kata Lailatul Himni, Owner Hai School, Kamis (24/9/2020).

Baca Juga : Media IT dalam Pengenalan Kalimat Thayyibah pada Masa Emas Anak

Menurutnya, masih banyak mindset yang percaya bahwa ke depannya kita akan kembali seperti ke masa lalu. Himni pun menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. 

"Alasan pertama kita ingin melakukan transformasi, artinya irreversible change, jadi perubahan yang enggak kembali ke masa lalu tapi menatap masa depan dengan segala variasi dan ekosistem berbeda. Kedua, dengan adanya school from home (SFH) ini, anak-anak peserta didik sudah terbiasa dengan exposure di dunia cyber, dan anak sadar lebih dari 70 persen konten yang mau diajarkan guru sudah ada di internet, jadi nanti kalau masuk kelas ada guru yang memberikan konten yang sudah ada di internet, mereka akan protes," ujarnya.

Baca Juga : Misteri Rumah Gadang di Bendang, Bunyi Tongkat Menghentak sampai Piring Pecah

Namun sayangnya, sebagian siswa di Indonesia masih terkendala untuk mengikuti pembelajaran semacam itu. Di antaranya, seperti keterbatasan akses ke perangkat yang menunjang PJJ.

Kedua, kurangnya keterampilan menggunakan teknologi dari para guru dan siswa. Ketiga mindset, di mana ada penundaan untuk berubah atau bertransformasi secara digital dengan berbagai pertimbangan masing-masing.

Baca Juga : Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

Dalam mengurangi keruwetan mendampingi anak belajar online, ada saran dari kedua pakar di atas. 

Berikut beberapa langkah atau strategi yang diperlukan tenaga pendidik dan siswa agar bisa mendapatkan pembelajaran ideal selama SFH, di antaranya:

Kolaborasi dengan pemerintah dan penyedia layanan teknologi. Kolaborasi antara institusi pendidikan dengan penyedia solusi teknologi dan pemerintah sangatlah penting untuk membuka lebih banyak akses ke teknologi yang lebih cerdas bagi institusi pendidikan tersebut.

Adakan pelatihan Ketersediaan pelatihan di bidang TIK, yang diperuntukkan untuk menunjang PJJ di masa sekarang dan masa depan.

Kolaborasi guru, siswa, orang tua. Himni menyarankan terkait perlunya kolaborasi antara tenaga pengajar, murid, dan orang tua, untuk menciptakan bonding atau hubungan interpersonal di masa PJJ.

"Komunikasi yang berkelanjutan antara tiga unsur utama itu akan menciptakan lingkungan belajar dari rumah yang cukup ideal. Jadi teknologi dapat menjaga mereka tetap terhubung dan connected, misalnya one on one video call," papar Himni.

Saling berbagi/sharing. 

Orang tua, masyarakat, peserta didik, dan guru harus saling berkolaborasi dan berbagi atau sharing.
"Sekolah dan institusi kampus bersaing, sah-sah saja, tapi ada titik di mana mereka bisa berkolaborasi bersama. Bisa sharing. Banyak orang lupa bahwa internet itu memberikan manfaat karena banyak orang sharing di sana, yang namanya sharing itu lebih banyak memberi daripada mengambil," ujar Himni.

Himni yakin bahwa teknologi saat ini dibangun dengan semangat bisa saling berbagi. Contohnya teknologi yang bisa dipakai bersama-sama.

"Intinya kalau ini dijadikan satu, itu satuan pendidikan harus bisa menginstegrasikan antara people, proses, dan teknologi," ungkapnya.

Himni menjabarkan, people adalah peserta didik, guru, masyarakat, pemerintah, termasuk dunia cyber. Proses merupakan bagaimana kita melatih semua pihak yang bersangkutan bisa melakukan pembelajaran efektif dengan teknologi. Dan teknologi sendiri adalah alat untuk meruntuhkan batas ruang dan waktu yang selama ini membuat orang terisolasi dari dunia pendidikan.(*)


 

Editor : Nova Anggraini
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]