Dosen dan Mahasiswa Upertis Sosialisasikan Pentingnya Penilaian Glukosa Darah untuk Ibu Hamil di Jorong Sungai Sariak Baso


Rabu, 10 Februari 2021 - 12:43:15 WIB
Dosen dan Mahasiswa Upertis Sosialisasikan Pentingnya Penilaian Glukosa Darah untuk Ibu Hamil di Jorong Sungai Sariak Baso Dosen dan Mahasiswa Upertis Sosialisasikan Pentingnya Penilaian Glukosa Darah untuk Ibu Hamil di Jorong Sungai Sariak Baso

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dosen dan juga mahasiswa prodi S-1 Keperawatan Upertis melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Jorong Sungai Sariak Nagari Baso. Kegiatan itu menunjukan bahwa pentingnya mengindikasikan adanya risiko yang linear dalam terjadinya status pre-diabetes dan diabetes mellitus seseorang, terutama pada ibu hamil.

Aktivitas pemberian pendidikan tentang pentingnya skrining nilai glukosa darah ibu hamil baik melalui pemeriksaan umum (plasma) dan pemeriksaan spesifik (HbA1c) di praktik klinik mandiri mitra dapat menjadi kesadaran tersendiri pada masyarakat. Terutama bagi ibu hamil yang sedang melalui 1000 hari masa emas, dan agar terhindar dari komplikasi pada intra dan post natal.

Baca Juga : Kuliah di Bidang Perhotelan? Ini Ragam Prospek dan Jenis Pekerjaan yang Dapat Kamu Pilih

Ketua Tim Pengabmas, Def Primal, M.Biomed, PA mengatakan diagnosis diabetes mellitus biasanya berdasarkan hasil pemeriksaan glukosa plasma puasa (FPG) dan glukosa plasma 2 jam (PPG) dalam mengukur toleransi glukosa oral (OGTT). Diit karbohidrat orang obesitas menunjukan BMI diatas 25 memberikan nilai HbA1c diatas 6% (pre-diabetes).

"Dan kapasitas latihan fisik meningkatkan respon insulin yang menurunkan risiko pre-diabetes, yang akhirnya menghindari risiko diabetes tipe-2. Sehingga, latihan fisik cardio teratur dan pola konsumsi diit memiliki garis signifikan dengan status pre-diabetes yang nantinya akan sejalan dengan risiko diabetes mellitus," katanya, Rabu (10/2/2021).

Baca Juga : Galau Pilih Jurusan? Ini Perbedaan Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri

Ia melanjutkan, mitra yang dilibatkan memiliki data hampir 65% pasien memiliki status BMI over-weight dan obesitas. Hal ini diikuti dengan skrining diabetes mellitus hanya sebatas pemeriksaan glukosa plasma sewaktu atau puasa sehingga tidak terdeteksinya kondisi pasien pre-diabetes karena pemeriksaan HbA1c (glikohemoglobin) belum dipahami manfaatnya sehingga belum pernah dilakukan. 

Ketidaksediaan alat, biaya pemeriksaan mahal, dan prosedur yang sedikit rumit. Gambaran pasien di lokasi klinik mitra memiliki karakteristik enggan berkonsultasi di pusat pelayanan kesehatan dengan alasan jarak yang jauh. Kemudian pelayanan yang kurang cepat, prosedur yang begitu membingungkan, tenaga kesehatan yang kurang ramah dan jarang di tempat, pekerjaan yang menyita waktu dari pagi sampai menjelang magrib (lahan yang luas, jarak ke lahan jauh, dan kelelahan), dan berupaya menghindari keramaian terutama sejak pandemi.

"Masyarakat mitra cendrung beraktivitas fisik melalui aktivitas pekerjaan atau aktivitas rutin. Pemeriksaan glukosa darah rutin (plasma maupun HbA1c) sangat menentukan dalam skrining dan mendiagnosa risiko terjadinya diabetes mellitus, terutama diabetes mellitus selama kehamilan (GDM)," terangnya.

Sehingga, perlu adanya pendidikan yang mendasar kepada masyarakat tentang pentingnya mengidentifikasi status glukosa darah dalam memproteksi ibu hamil dari masalah klinis selama kehamilan dan persalinan.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Heldi Satria
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]