Riau Kebut Produksi Beras Hingga Capai Taget 331.237 Ton


Ahad, 14 Februari 2021 - 21:33:43 WIB
Riau Kebut Produksi Beras Hingga Capai Taget 331.237 Ton Pemerintah Desa Tanjung Simandolak, Kecamatan Benai, Kuansing, berupaya tingkatkan produksi padi. (Ist-Haluanriau.co)

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Untuk mengatasi defisit bahan pangan pokok yang selama ini terjadi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, berupaya meningkatkan produksi beras hingga 50 persen atau setara 331.237 ton. 

Gubernur Riau Syamsuar dalam pernyataan pers di Pekanbaru,  seperti dilansir Antara pada Sabtu, mengatakan peningkatan produksi beras dibutuhkan untuk mengimbangi jumlah penduduk yang terus bertambah.

Baca Juga : Sambut Ramadhan, Tiga Mushala Sekaligus Dibersihkan Pemuda Pulau Kumpai

Sedangkan Riau hingga kini masih defisit beras sekitar 30 persen beras, dan sangat bergantung dari pasokan luar provinsi seperti dari Sumatera Barat dan Jawa. Akibatnya, bahan pangan ini harganya bisa sangat fluktuatif dan menyumbang inflasi cukup tinggi di daerah berjuluk "Bumi Lancang Kuning" itu.

Ia mengatakan jumlah penduduk Riau saat ini 6,39 juta jiwa dengan kebutuhan beras 571.266 ton per tahun, sedangkan produksi hanya 269.334 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 153.781 ton beras. Ini artinya Riau hanya mampu memproduksi 26,9 persen beras.

Baca Juga : Karhutla Mulai Sirna di Kepulauan Meranti

Menurut dia, pada 2024 jumlah penduduk Riau diperkirakan 7,4 juta jiwa dengan kebutuhan beras 662.475 ton.  Sementara produktivitas padi di Riau  baru 3,75 ton per hektare.

"Karenanya pada 2024 minimal luas panen (harus) mencapai 125.378 hektare dengan produktivitas 4,4 ton per hektare, sehingga target produksi beras minimum (naik) 50 persen atau 331.237 ton beras yang setara dengan 519.914 ton GKG," katanya.

Baca Juga : Kampung Percontohan Tertib Lalulintas,Tim Korlantas Polri Apresiasi KPRI I Kelurahan Perawang

Rencana Pemprov Riau mendongkrak pertanian tertuang pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2018 Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau tahun 2018-2038 dengan kawasan pertanian di Riau seluas 514.130 hektare.

Selain itu ia juga menyampaikan bahwa sesuai Surat Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 14 tahun 2019, luas fungsi sawah seluas 62.689 hektare dari luas baku 213.640 hektare sesuai Peraturan Menteri PU Nomor 4 tahun 2015.

Baca Juga : Pendaftaran Calon Ketua DPC AAI Pekanbaru Dibuka, Ini Syaratnya

"Selanjutnya upaya kita dalam peningkatan produksi padi adalah penguatan kelembagaan melalui klaster koporasi petani atau food estate yaitu Badan Usaha Milik Petani berbentuk koperasi atau perseroan terbatas dengan melakukan pelatihan pertanian, regenerasi petani," katanya.

Selain itu, mendorong petani menggunakan benih unggul dan pengembangan Varietas Unggul Baru (VUB). (*)

Editor : Dodi | Sumber : Antara
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]