5 Destinasi Wisata Priotitas yang Ada di Indonesia


Senin, 15 Februari 2021 - 02:30:49 WIB
5 Destinasi Wisata Priotitas yang Ada di Indonesia Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Perkembangan pariwisata di Indonesia mengalami sejumlah perlambatan karena situasi pandemi Covid-19 yang masih belum kondusif. Lantas, seperti apa langkah pemerintah untuk membangkitkan pariwisata dalam negeri?Presiden Jokowi melakukan pergantian kabinet kementeriannya. Salah satunya adalah Sandiaga Uno yang kini menduduki kursi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), menggantikan Wishnutama.

Bergantinya Menparekraf ini diharapkan dapat mencapai percepatan pemulihan ekonomi nasional untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah melalui Kemenparekraf sendiri menargetkan pengembangan sejumlah kawasan pariwisata di berbagai daerah yang disebut ‘10 Bali Baru’. Pemerintah berharap sepuluh destinasi ini mampu berkembang selayaknya Bali, yang selalu ramai oleh wisatawan.

Baca Juga : Grand Launching COE Pariaman Festival 2021 Dihelat di Pekanbaru

Dalam 10 Bali Baru tersebut, terdapat 5 destinasi super prioritas yang pembangunannya akan dimaksimalkan selama satu tahun ke depan. Apa saja destinasi wisata yang dimaksud? Berikut ulasannya:

  • Danau Toba, Sumatera Utara

Danau Toba merupakan danau terluas di kawasan Asia Tenggara yang berada di Sumatera Utara. Danau yang ikonik ini awalnya terbentuk dari letusan gunung vulkanik sejak puluhan ribu tahun lalu. Berbicara tentang Danau Toba, tentu tak bisa lepas dari Pulau Samosir, sebuah pulau yang terletak di tengah danau dengan luas sekitar 630 m2. Berdasarkan data BPS Sumatera Utara 2019, dari total jumlah wisatawan di Sumatera Utara, sekurangnya sebesar 60% wisatawan berkunjung ke Danau Toba.

Baca Juga : Leonardy Harmainy: Pariwisata Sumbar Butuh Kepedulian Semua Elemen

  • Borobudur, Jawa Tengah

Pernah menjadi satu dari 7 Keajaiban Dunia, Candi Borobudur saat ini juga digadang sebagai destinasi wisata prioritas oleh pemerintah. Candi Buddha yang yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah ini adalah monumen Buddha terbesar di dunia. Masuk ke dalam Situs Warisan Dunia, pada tahun 2019 hampir 4 juta wisatawan mengunjungi Borobudur, baik turis lokal maupun mancanegara.

Selain sebagai destinasi wisata, Borobudur hingga kini masih digunakan sebagai tempat ibadah umat Buddha, baik ziarah hingga perayaan Hari Raya Waisak. Pelepasan ratusan lampion setiap tahunnya pun menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Baca Juga : Emersia Water Park Siap Ramaikan Pariwisata Tanah Datar

  • Mandalika, Nusa Tenggara Barat

Masih terdengar cukup asing di telinga, Mandalika adalah kawasan wisata seluas sekitar 1.200 hektar yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Satu hal yang cukup unik dari Mandalika adalah tempat ini menjadi rumah bagi suku Sasak, suku asli Lombok. Di desa adat Sade dan desa adat Ende, wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat suku sasak.

Sejak tahun 2017, Mandalika sudah ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diharapkan mampu mendatangkan wisatawan ke daerah Lombok. Selain itu, pembangunan sirkuit Mandalika untuk MotoGP 2021 juga akan dikebut dalam tahun ini.

Baca Juga : Berkunjung ke Solo tak Afdal Kalau Belum...

  • Likupang, Sulawesi Utara

Tak masuk ke dalam daftar 10 Bali Baru, Likupang ditetapkan menjadi destinasi super prioritas oleh pemerintah pada bulan Juli 2019. Likupang adalah kawasan wisata seluas 200 hektar yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata ini memiliki kawasan pesisir dengan pantai berpasir putih. Pantai Paal dan Pantai Pulisan menjadi dua kawasan pusat KEK Pariwisata Likupang. Kini pembangunan Likupang terus dimaksimalkan sehingga diharapkan bisa menyamai Bunaken yang selama ini menjadi ikon Sulawesi Utara.

  • Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

 

Nama Labuan Bajo sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai objek wisata di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Tak hanya wisatawan lokal, pada tahun 2019 BPS setempat mencatat bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman mencapai 91 ribu orang, yang jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan dengan wisatawan lokal.

Dikenal dengan pemandangan alam yang eksotis serta ikon Pulau Komodo-nya, kini Labuan Bajo juga disiapkan menjadi kawasan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat setempat, untuk memperkenalkan hasil kerajinan asli daerah kepada para wisatawan.(*)

Reporter : Merinda Farafianti | Editor : Merinda Faradianti
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]