Tips Jaga Keuangan Keluarga saat Salah Satu Kehilangan Penghasilan


Selasa, 23 Februari 2021 - 03:46:39 WIB
Tips Jaga Keuangan Keluarga saat Salah Satu Kehilangan Penghasilan Ilustrasi (Lifepal.co.id)

HARIANHALUAN.COM - Banyak sekali manfaat yang bisa didapat ketika sepasang suami istri dalam satu rumah tangga memutuskan untuk menerapkan sistem dual income. Salah satunya adalah beban keuangan menjadi lebih ringan. Namun apa jadinya jika keluarga yang sebelumnya menerapkan sistem dual income terpaksa beralih ke single income?

Ada sejumlah alasan mengapa peristiwa ini terjadi. Sebut saja karena salah satu pasangan telah di rumahkan oleh perusahaannya, sang istri memutuskan untuk fokus mengurus rumah tangga, dan lain sebagainya. Bila Anda adalah kepala keluarga mengalami situasi seperti ini, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan agar kesehatan keuangan tetap terjaga. Dikutip dari Lifepal.co.id berikut ulasannya:

Baca Juga : Sate Mendominasi Sebagai Santapan Pagi di Solsel, Omset Pedagang Menurun

  • Tambah dana darurat

Keluarga dengan single income tentu memiliki risiko finansial yang lebih besar ketimbang dual income. Jelas saja, hal itu disebabkan karena hanya satu orang pencari nafkah, ketika dia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), penghasilan rutin yang diterima keluarga akan hilang. Tidak ada salahnya untuk menambah ketersediaan dana darurat dari yang awalnya enam kali pengeluaran bulanan menjadi sembilan kali.

Tak hanya itu, penambahan dana daurat juga harus dilakukan dengan pertimbangan risiko profesi si pencari nafkah. Semakin tinggi risiko pekerjaan atau semakin tidak stabil pendapatan si pencari nafkah, makin besar pula dana darurat yang harus disiapkan.

Baca Juga : Mudah Banget! Begini Cara Daftar UMKM Online Gratis

  • Gunakan cara ini untuk memilih asuransi jiwa

Asuransi jiwa tentu wajib dimiliki oleh pencari nafkah. Ketika pencari nafkah tidak lagi mampu bekerja karena sakit, kehilangan fungsi organ tubuh, atau meninggal dunia, maka uang pertanggungan (UP) dari asuransi jiwa akan cair dan bisa digunakan oleh ahli waris untuk hidup. Untuk memilih asuransi jiwa yang tepat bagi Anda, ketahuilah terlebih dulu kebutuhan UP Anda.

  • Atur ulang tujuan investasi Anda dengan menggunakan skala prioritas

Catat ulang tujuan-tujuan investasi Anda baik dalam jangka waktu pendek hingga yang panjang. Investasi untuk ketersediaan dana pendidikan anak, dp hunian, maupun dana pensiun tentu bisa menjadi prioritas utama. Sementara itu, segala bentuk keinginan seperti belanja gadget, barang branded, liburan ke luar kota, pembelian kendaraan bermotor, dan lainnya bisa ditunda terlebih dulu, setelah kebutuhan-kebutuhan yang bersifat prioritas terpenuhi.

Baca Juga : Disperindagkop Kota Pariaman Bersama Bank Nagari Sosialisasikan QRIS

Hindari berinvestasi tanpa tujuan finansial yang jelas. Jangan berinvestasi hanya karena iming-iming imbal hasil tinggi. Berinvestasilah di instrumen yang Anda pahami dan gunakanlah uang dingin, bukan uang yang sudah Anda alokasikan untuk kebutuhan-kebutuhan Anda.

  • Berkomitmenlah untuk jaga kesehatan arus kas

Peralihan dual income ke single income sama halnya dengan peristiwa berkurangnya pendapatan per bulan. Hal ini tentu mewajibkan Anda untuk menyesuaikan ulang pengeluaran rutin Anda. Bila Anda harus memotong pengeluaran, potonglah pengeluaran yang bersifat keinginan bukan kebutuhan atau pengeluaran yang bersifat wajib.

Baca Juga : Ini Faktor Penyebab Tingginya Harga Cabai Rawit

Lunasilah utang-utang konsumtif jangka pendek Anda yang berbunga besar, agar beban keuangan menjadi lebih ringan. Usahakan agar Anda tetap memiliki nilai arus kas bersih (selisih pemasukan dan pengeluaran) minimal setara dengan 10% pemasukan.(*)

Editor : Merinda Faradianti | Sumber : Lifepal.co.id
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]