Prediksi WHO, Corona Berakhir Awal 2022


Selasa, 23 Februari 2021 - 12:40:14 WIB
Prediksi WHO, Corona Berakhir Awal 2022 Logo World Health Organization (WHO)

HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi gambaran baru soal kapan akhir corona (Covid-19). Direktur Regional Eropa misalnya, optimis pandemi akan berakhir segera di awal 2022.

Melansir CNBC Indonesia, Hans Kluge mengatakan corona masih akan menyebar di 2021. Namun, dalam wawancara dengan radio Denmark DR, ia menyebut corona akan dengan mudah dikelola dibanding 2020.

Baca Juga : 10 Juta Orang Menjomblo di Rusia, Pemerintah Wajibkan Pria Miliki Dua Istri atau Lebih

"Skenario terburuk sekarang telah berakhir," tulis Anadolu mengutip Kluge, Senin (22/2/2020). Ia menegaskan akan lebih banyak informasi mengenai virus tahun ini dibanding 2020 lalu.

Meski menyebut tak bisa meramal pasti masa depan corona, ia menegaskan pembatasan tak lagi diperlukan. "Ini pesan optimis," ujarnya lagi.

Baca Juga : Bill Gates Peringatkan Cuaca di Bumi Bakal Makin Gila

Mengenai mutasi corona yang kini menyebar, Kluge menyebut mutas adalah hal normal. Virus, kata dia, mencoba beradaptasi dengan orang yang terinfeksi.

Tapi memang, penyebaran mutasi yang cepat menjadi perhatian WHO. Badan itu, kata dia, tengah memantau dengan cermat efektivitas vaksin dan kemungkinan mengubah vaksin jika perlu.

Baca Juga : Satu Orang Tewas Saat Polisi Bubarkan Demonstran di Myanmar

Ia meyakinkan mutasi tak akan membuat virus di luar kendali. Tapi hal ini harus ditanggapi serius mengingat negara-negara yang sistem perawatannya sudah di bawah tekanan bisa saja berada dalam masalah lebih besar.

Kluge menunjukkan bahwa masalah terbesar akan muncul ketika mereka yang divaksinasi berada di lingkungan yang sama dengan yang tidak. Sehingga penjadwalan menjadi faktor yang sangat penting.

Baca Juga : WHO Pusing, Ada Ancaman Baru ke Vaksin Covid

Melansir Worldometers, virus corona saat ini telah menginfeksi 112 juta warga dunia, dengan 2,4 juta kematian. Namun ada 87 juta orang sembuh.

Berikut daftar negara dengan kasus corona terbanyak, sejak pertama muncul hingga sekarang:

1. Amerika Serikat (28 juta kasus, 512 ribu kematian)

2. India (11 juta kasus, 156 ribu kematian)

3. Brasil (10 juta kasus, 247 ribu kematian)

4. Rusia (4,17 juta kasus, 83 ribu kematian)

5. Inggris (4,12 juta kasus, 120 ribu kematian)

6. Prancis (3,6 juta kasus, 84 ribu kematian)

7. Spanyol (3,1 juta kasus, 67 ribu kematian)

8. Italia (2,8 juta kasus, 95 ribu kematian)

9. Turki (2,6 juta kasus, 28 ribu kematian)

10. Jerman (2,3 juta kasus, 68 ribu kematian). (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : CNBC Indonesia
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 16:31:51 WIB

    10 Juta Orang Menjomblo di Rusia, Pemerintah Wajibkan Pria Miliki Dua Istri atau Lebih

    10 Juta Orang Menjomblo di Rusia, Pemerintah Wajibkan Pria Miliki Dua Istri atau Lebih Bagi Anda kaum Adam yang ingin memiliki istri lebih dari satu, tak ada salahnya mencoba pindah kewarganegaraan ke Rusia. Sebab, di sana populasi yang tidak seimbang antara perempuan dan laki-laki membuat pemerintahnya mengelu.
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 16:20:38 WIB

    Bill Gates Peringatkan Cuaca di Bumi Bakal Makin Gila

    Bill Gates Peringatkan Cuaca di Bumi Bakal Makin Gila Belakangan ini seolah tak hentinya Bill Gates melontarkan peringatan tentang bahaya perubahan iklim. Salah satunya terkait kondisi cuaca yang bisa jadi akan semakin ekstrim pada masa-masa mendatang..
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 12:46:25 WIB

    Satu Orang Tewas Saat Polisi Bubarkan Demonstran di Myanmar

    Satu Orang Tewas Saat Polisi Bubarkan Demonstran di Myanmar Kepolisian Myanmar kembali melepaskan tembakan untuk membubarkan para demonstran antikudeta yang memadati jalan-jalan di Myanmar pada Minggu (28/2). Seorang pengunjuk rasa dilaporkan tewas tertembak sementara yang lain mengal.
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 11:23:47 WIB

    WHO Pusing, Ada Ancaman Baru ke Vaksin Covid

    WHO Pusing, Ada Ancaman Baru ke Vaksin Covid Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah 'pusing'. Ini terkait pasokan vakin corona (Covid-19) yang adil ke seluruh dunia..
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 14:51:11 WIB

    Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi

    Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melakukan pembicaraan dengan Raja Arab Saudi Salman pada Kamis (25/2). Dalam percakapan perdana sejak Biden resmi menjadi pemimpin negara adidaya itu, ia menekankan komitmen AS untuk me.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]