Kasus Dugaan Pencemaran Perusahaan Sawit PT IIS, Warga Tunggu Hasil Labor Diumumkan


Rabu, 24 Februari 2021 - 19:58:23 WIB
Kasus Dugaan Pencemaran Perusahaan Sawit PT IIS, Warga Tunggu Hasil Labor Diumumkan Sampel yang diambil dari PT IIS Pelalawan dan sudah dikirim ke Labor DLHK Riau tinggal menunggu hasil. (Ist-Haluanriau.co)

PEKANBARU,HARIANHAUAN.COM-Terjadinya pencemaran lingkungan yang diduga akibat  jebolnya tanggul PT Inti Indosawit Subur (IIS), di Uki Palalawan, Provinsi Riau, diselidiki  petugas terkait. Hasil laboratorium pemerikasaan sudah didapat DLH Provinsi Riau.

Pencemaran itu diduga akibat akibat jebolnya tanggul kolam air bufferr limbah pada IPAL yaitu Kolam 8 (Secondary Anaerobic Pound 2), Kolam 9 (Secondary Anaerobic Pound 3) dan Kolam 10 (Sedimentation Pound) milik Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) I Ukui, PT Inti Indosawit Subur (IIS) Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga : Mayat Membusuk, NTT Butuh Penanggulang Penyakit

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan menyebutkan bahwa pihaknya bersama Dunas Lungkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Propinsi Riau sudah turun ke lapangan.

“Kita sudah turun ke lapangan dan juga rapat bersama DLHK Propinsi Riau dan Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dua pekan yang lalu,” kata Kepala DLH Kabupaten Pelalawan Eko Novitra saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga : Paket Sembako Dibagikan Lanal Ranai untuk Warga Teluk Buton

Dijelaskannya, dari lima titik lokasi yang diambil sample air telah dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) dan lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Jalan Mustika, Pekanbaru.

“Hasil Labkes telah keluar. Namun sesuai aturan yang ada yakni instansi mana yang mengeluarkan izin maka mereka pula yang akan memproses sekaligus memberikan sanksi. Nah berdasarkan aturan itu kewenangan dibawah DLHK Provinsi Riau, karena mereka yang mengeluarkan ijin lingkungan bagi PMKS tersebut,” ujarnya, seperti dilansir Haluankepri.co.

Baca Juga : Asap Hitam Pabrik Milik BIM Diduga Cemari Udara

Ditambahkannya lagi, aturan tersebut berlaku karena areal perkebunan PT IIS berada pada dua daerah kabupaten atau disebut lintas Kabupaten yakni berada di Kabupaten Pelalawan dan di Kabupaten Indragiru Hulu (Inhu).

“Jadi karena ini wewenangnya ada pada DLHK Provinsi Riau, kita masih menunggu koordinasi dari mereka. Jadi pihaknya (DLH, Reds) meminta masyarakat untuk klarifikasi langsung ke DLHK Riau atau menunggu kabar dari DLH Kabupaten Pelalawan,” ungkapnya.

Baca Juga : Tayang Perdana dan Bedah Film Mimpi Anak Sakai Digelar di Kampus UMRI

Terkait dengan adanya dugaan pencemaran, Kepala Dinas yang masih terbilang muda ini menyimpulkan bahwa secara kasat mata air di lokasi yang diambil samplenya saat jebolnya tanggul tersebut terlihat hitam pekat.

“Namun indikator pencemaran bukan ditentukan oleh hasil pengamatan secara kasat mata melainkan harus melalui hasil laboratorium, dan itu telah kita lakukan. Jadi kita masih menunggu informasi dari DLHK Riau,” pungkasnya. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluanriau.co
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]