Teken MoU dengan Politeknik ATI Padang, Ketum APOLIN: Ini Peluang Bagi Industri Sawit


Rabu, 24 Februari 2021 - 21:57:23 WIB
Teken MoU dengan Politeknik ATI Padang, Ketum APOLIN: Ini Peluang Bagi Industri Sawit Ketua Umum APOLIN, Rapolo Hutabarat. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) dan Politeknik ATI  Padang menandatangani Nota Kesepahaman atau  Memorandum of Understanding secara virtual, Senin (22/2/2021) lalu.

MoU ini berkaitan kegiatan pengembangan kurikulum link and match dengan kebutuhan industri, pelaksanaan kuliah kerja praktek dual system bagi mahasiswa Politeknik ATI Padang, pelaksanaan magang dosen Politeknik ATI Padang, dan penyelenggaraan kerjasama seminar/kuliah umum/dan atau penelitian serta pengabdian masyarakat. 

Baca Juga : Buruan Ikut! Pendaftaran Lomba MTQ di Politeknik ATI Padang Telah Dibuka

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

“Kerjasama diantara dunia pendidikan, industri dan pemerintah menjadi suatu keharusan dalam mencari terobosan untuk menghasilkan SDM yang handal, menciptakan teknologi yang maju dan menghasilkan berbagai produk yang bernilai tambah tinggi serta kompetitif baik pasar domestik dan pasar global,” ujarnya Ketua Umum APOLIN, Rapolo Hutabarat.

Rapolo mengatakan khusus tentang industri oleochemical di Indonesia dengan kapasitas 11,3 juta ton per tahun dan kalau digabung dengan nomenklatur Fatty acid methyl ester (FAME) atau yang kita kenal saat ini biodiesel yang merupakan kelompok oleochemical dengan kapasitas 12 juta ton per tahun.

Baca Juga : Mushola Baitussalam Dapat Bantuan dari KKG PAI Batam

”Maka total kapasitas oleochemical Indonesia saat ini telah mencapai 23,3 juta ton per tahun. Ini merupakan kapasitas terbesar di dunia yang berbasis baku minyak sawit," ujar Rapolo.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Adapun produk-produk oleochemical Indonesia saat Ini terdiri dari lima kelompok utama, (1) Fatty acid, (2) Fatty alcohol, (3) Methyl ester, (4) Glycerin dan (5) Soap noodle.

Baca Juga : Politeknik ATI Padang Milik Kemenperin Kembali Buka Pendaftaran Jarvis

Berbagai turunan dari kelompok utama tersebut tahun 2020 telah mampu di ekspor Indonesia ke berbagai belahan dunia sebesar 3,87 juta ton dengan nilai ekspor US$ 2,64 miliar.

Rapolo mengatakan dengan permintaan global yang senantiasa tumbuh positif. APOLIN mengajak seluruh elemen bangsa terutama dari perguruan tinggi dan lembaga riset lainnya untuk secara Bersama-sama mencari dan menggali berbagai teknologi unggul dan beragam produk oleochemical terutama untuk menghasilkan turunan yang lebih hilir lagi dari produk fatty acid, fatty alcohol, dan methyl ester tersebut yang sangat dibutuhkan industri di masa kini. Serta industri  masa akan datang guna memenuhi kebutuhan masyarakat global.

Baca Juga : Benarkah UTBK-SBMPTN 2021 Diundur?

“Penandatanganan MoU dengan Politeknik ATI Padang merupakan langkah sangat strategis bagi stakeholder industri sawit nasional sehingga link and match antara perguruan tinggi dengan dunia industri dapat terwujud secara bertahap,” ujar Rapolo.

Penandatangan MoU disaksikan oleh kementerian dan asosiasi sawit lainnya. Diantaranya Arus Gunawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Lila Harsyah Bakhtiar, Kepala Sub Direktorat Industri Hasil Perkebunan Non Pangan Kementerian Perindustrian) Sahat Sinaga, Plt. Ketua Umum DMSI), Togar Sitanggang, Waketum Gapki), Delima Hapsari, Ketua Umum GPPI, Agnes Irawan, Sekjen Apolin,  Ernest, Sekjen Aprobi, Rino Afrino, Sekjen Apkasindo dan jajaran pengurus/anggota APOLIN. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]