Ini Strategi Pemain Mobil Bekas di Dengah Diskon Pajak Mobil


Kamis, 25 Februari 2021 - 06:39:21 WIB
Ini Strategi Pemain Mobil Bekas di Dengah Diskon Pajak Mobil Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Serendah-rendahnya harga mobil baru, harga itu mungkin masih dinilai terlalu mahal bagi sejumlah konsumen. Mobil bekas dinilai jadi solusi alternatif dalam memenuhi kebutuhan kendaraan.

Hal ini membuat pelaku pasar sekunder tetap optimistis bahwa pasar mobil bekas masih memiliki peluang meski pemerintah memberikan relaksasi pajak untuk pembelian sejumlah mobil baru.

Baca Juga : Permintaan Mobil Melonjak, Daihatsu Lakukan Special Action 3P

Presiden Direktur Mobil88, Halomoan Fischer mengatakan, tentu kebijakan ini disikapi dengan sigap oleh industri mobil bekas. Sehingga, pasar mobil bekas tetap mampu berkompetisi dengan baik dalam pasar mobil.

"Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan penyesuaian harga. Sehingga, beberapa jenis mobil bekas tertentu tetap hadir dengan harga yang kompetitif dibandingkan mobil baru," kata Fischer, Rabu (24/2), dilansir Republika.co.id.

Baca Juga : Keren Nih! Pertengahan Tahun Ini, Indonesia akan Kedatangan Taksi Terbang EHang 216

Menurutnya, koreksi harga itu dilakukan dengan penyesuaian profit yang ditetapkan oleh pedagang. Artinya, secara naluri, pedagang akan menghindari terjadinya kerugian penjualan. Sehingga, mobil yang dipasarkan akan tetap ditawarkan dengan harga yang lebih rendah tetapi tetap memberikan margin meski tak sebesar yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dengan begitu, meski harga sejumlah mobil bekas akan mengalami penurunan, tapi pasar sekunder dapat tetap berjalan dan tetap memberikan solusi alternatif dengan harga yang menarik.

Baca Juga : Astra Daihatsu Motor Sabet 3 Penghargaan di InnovAstra ke-37

"Tapi, saat ini kami belum dapat memastikan berapa besar penurunan harga yang terjadi. Karena, kami juga masih melihat seberapa besar penurunan harga untuk mobil baru setelah relaksasi pajak tersebut mulai diterapkan," kata dia.

Di satu sisi, meski besaran margin per unit diturunkan, ia tetap yakin pasar sekunder bisa terus bertahan. Sebab, dengan adanya penurunan harga ini, maka volume transaksi pun berpeluang untuk mengalami peningkatan.

Baca Juga : Rawat Mobilmu, Ini Cara Cek Fluida pada Ruang Mesin ala Daihatsu

Menurutnya, akan ada sejumlah masyarakat yang ingin memanfaatkan momentum ini untuk dapat memiliki mobil dengan harga yang lebih rendah. Dari sini lah, ia merasa yakin pasar sekunder akan tetap bergeliat karena penurunan total margin akan dapat tertolong oleh adanya volume transaksi yang meningkat.

Apalagi, lebaran akan tiba dalam beberapa bulan kedepan. Artinya, sejumlah masyarakat akan mulai mempersiapkan kendaraan yang akan digunakan sebagai sarana pulang kampung atau mudik.

"Artinya, jika dilihat lebih jeli, sebenarnya relaksasi pajak mobil baru itu juga menyimpan peluang bagi pasar sekunder. Karena kebijakan itu hanya diterapakan pada produk-produk tertentu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga, bagi pasar sekunder, hal ini justru mengandung lebih banyak oportunity ketimbang ancaman," ucapnya.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : republika
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]