Pemerintahan Joe Biden Tuding Putra Raja Salman Dalang Pembunuhan Jurnalis AS


Kamis, 25 Februari 2021 - 08:14:23 WIB
Pemerintahan Joe Biden Tuding Putra Raja Salman Dalang Pembunuhan Jurnalis AS Raja Salman

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintahan Presiden Joe Biden akan merilis laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang tidak diklasifikasikan mengenai kematian jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, Kamis (25/2/2021). Khashoggi merupakan kolumnis Washington Post, yang dibunuh secara mengenaskan tahun 2018 di konsulat Arab Saudi di Istanbul Turki.

CNBC International menuliskan empat orang pejabat yang mengetahui masalah ini mengatakan laporan intelijen menemukan keterlibatan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Mereka, yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan bahwa laporan intelijen AS menggunakan CIA sebagai kontributor utama dan menyebut MBS menyetujui dan memerintahkan pembunuhan.

Baca Juga : Ini Mobil Pengangkut Jenazah Pangeran Philip, Sudah Dipersiapkan Sejak 2016

Versi rahasia dari laporan itu bahkan menguak bahwa laporan sudah pernah dibeberkan ke Kongres pada akhir 2018, saat Donald Trump berkuasa. Namun pemerintahan mantan presiden Donald Trump saat itu menolak tuntutan anggota parlemen dan kelompok hak asasi manusia (HAM) untuk merilisnya.

Trump disebut berusaha untuk menjaga kerja sama di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Trump juga mempromosikan penjualan senjata AS ke kerajaan.

Baca Juga : Waduh! WHO Sebut Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari kata Usai

Perilisan laporan intelijen itu akan menjadi langkah Biden dalam menyelaraskan kembali hubungan dengan Arab Saudi setelah AS di tangan Trump dianggap menutup mata dalam beberapa masalah Riyadh. Seperti catatan hak asasi manusia hingga perang saudara di Yaman.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan pada Rabu (24/2/2021) bahwa Biden hanya akan berkomunikasi dengan raja Saudi yang berusia 85 tahun itu dan mengatakan laporan Khashoggi sedang disiapkan untuk dirilis dan akan segera keluar.

Baca Juga : Mrs World, Kontes Kecantikan Khusus Wanita Bersuami yang Sempat Bikin Heboh

Khashoggi (59), dibujuk ke konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 dan dibunuh oleh tim operasi yang terkait dengan putra mahkota. MBS sendiri dianggap sebagai pemimpin de facto kerajaan saat ini.

Operasi itu kemudian memotong-motong tubuh Khashoggi. Jenazahnya tidak pernah ditemukan.

Baca Juga : Seekor Kucing Jadi Kepala Kepolisian di Jepang, kok Bisa?

Riyadh akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas dalam operasi ekstradisi "nakal" yang tidak beres. Tetapi Arab Saudi membantah keterlibatan Putra Mahkota.

Lima pria yang dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan tersebut diringankan menjadi 20 tahun penjara setelah diampuni oleh keluarga Khashoggi. Pengadilan juga digelar Turki. Demikian cnbcindonesia.com. (*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : CNBCindonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]