Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi


Kamis, 25 Februari 2021 - 12:27:37 WIB
Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi Jamal Khashoggi

HARIANHALUAN.COM - Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) soal pembunuhan jurnalis kawakan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang akan segera dirilis, menyebutkan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman atau MBS menyetujui pembunuhan yang terjadi tahun 2018 itu.

Seperti dilansir dari detik.com, Kamis (25/2/2021), hal tersebut diungkapkan oleh empat pejabat AS yang memahami laporan yang direncanakan akan dirilis pada Kamis (25/2) waktu setempat. Badan Intelijen Pusat atau CIA disebut sebagai kontributor utama dalam laporan yang sebelumnya bersifat rahasia itu.

Baca Juga : Ingin Capai Usia 99 Tahun Seperti Pangeran Philip? Intip Pola Makannya

Menurut empat sumber pejabat AS itu, laporan intelijen itu menilai bahwa MBS menyetujui dan kemungkinan besar memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Presiden Joe Biden, saat berbicara kepada wartawan pada Rabu (24/2) waktu setempat, mengakui dirinya telah membaca laporan intelijen itu dan diharapkan segera berbicara via telepon dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud -- ayah MBS -- untuk pertama kali sejak dia menjabat.

Baca Juga : Harry Hadir Sendiri, Ternyata Ini Alasan Meghan Markle Tak Hadiri Pemakaman Pangeran Philip

Dirilisnya laporan intelijen soal pembunuhan Khashoggi itu ke publik merupakan bagian dari kebijakan pemerintahan Biden untuk menyelaraskan kembali hubungan dengan Saudi, setelah bertahun-tahun AS tidak berbuat apa-apa menyikapi catatan HAM Saudi dan intervensi Saudi dalam konflik Yaman.

Biden diketahui berupaya memulihkan hubungan dengan Saudi ke jalur tradisional setelah empat tahun hubungan yang lebih 'nyaman' di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

Baca Juga : Giliran Vaksin J&J Ditinjau karena Kasus Pembekuan Darah

Khashoggi yang seorang kolumnis The Washington Post dan sudah lama tinggal di AS ini diketahui kerap mengkritik kebijakan MBS yang merupakan pemimpin de-facto Saudi. Dia dibunuh dan dimutilasi di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, tahun 2018 lalu. Tim agen Saudi terkait MBS diduga mendalangi pembunuhan itu.

Otoritas Saudi yang sempat menyangkal, akhirnya mengakui Khashoggi tewas dalam operasi ekstradisi 'liar' yang berujung insiden. Namun Saudi membantah keterlibatan MBS dalam operasi itu.

Baca Juga : Milisi Etnis Serang Polisi Myanmar, 10 Orang Dilaporkan Tewas

Lima orang yang menjadi terdakwa dalam kasus itu awalnya dihukum mati oleh Saudi, namun kemudian dikurangi hukumannya menjadi 20 tahun penjara setelah keluarga Khashoggi mengampuni mereka.

Tahun 2019, penyidik HAM Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Agnes Callamard, menuduh Saudi telah melakukan 'eksekusi disengaja dan direncanakan' terhadap Khashoggi dan menyerukan penyelidikan lebih lanjut. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]