Diperiksa BPK Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Pengadaan Alkes di Sumbar, Batik Tanah Liek Berikan Keterangan


Kamis, 25 Februari 2021 - 20:25:34 WIB
Diperiksa BPK Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Pengadaan Alkes di Sumbar, Batik Tanah Liek Berikan Keterangan Owner Batik Tanah Liek, Yori Oktorino.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menemukan adanya dugaan penyelewengan dana pengadaan alat kesehatan handsanitizer di Sumbar. Temuan tersebut menyeruak setelah adanya pengusiran pejabat Pemprov oleh panitia khusus (pansus) DPRD Sumbar.

Penyelewengan dana pengadaan alat kesehatan handsanitizer tersebut mencapai Rp4,9 miliar. Pasalnya, pansus melihat adanya hal janggal pada harga handsanitizer yang mencapai Rp35.000 per botol.

Baca Juga : Prakiraan Cuaca Sumbar 17-19 April, Simak Wilayah yang Diperkirakan Hujan

Pada kasus tersebut, membawa nama salah satu perusahaan Batik Tanah Liek dan juga istri oknum pejabat yang ada di Sumbar.

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Pada konferensi pers nya, Owner Batik Tanah Liek, Yori Oktorino mengklarifikasi dan membeberkan hasil rapat dirinya dan BPK. Ia mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan bayaran (fee) kepada istri Kepala BPBD Sumbar.

Baca Juga : Wabup Pessel Resmikan Masjid Ar-Rahman Rawa Bubur Tapan

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

"Tidak ada pemberian fee dan kami pun menjual harga handsanitizer sesuai dengan harga waktu itu di bulan September 2020. Kemudian, masalah izin pengadaan alkes CV Batik Tanah Liek kita punya. Itu tertera untuk pengadaan alat kesehatan dan kedokteran dan itu bisa saya lihatkan," katanya, Kamis (25/2/2021).

Ia melanjutkan, pada mulanya CV Batik Tanah Liek memberikan penawaran kepada BPBD Sumbar untuk pengadaan handsanitizer. Kemudian, setelah penawaran tersebut BPBD kembali memanggil Yori dan pihaknya menyanggupi untuk menyediakan 25.000 handsanitizer.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

"Pandemi tahun 2020 kita pembelian alat kesehatan itu melalui broker karena di saat yang sangat darurat. Pada saat itu kita sama-sama tahu susah mendapatkan masker ataupun handsanitizer. Nah, kita ambil dari broker dan saya tegaskan kita tidak pernah memberikan fee tidak sama sekali," lanjutnya.

Yori juga menerangkan, untuk keterangan faktur harga semuanya sudah diserahkan dan diperiksa BPK. Pada harga pembelian difaktur harga yang ditawarkan Rp27.000 per botol.

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Dari harga yang diambil tersebut, Yori berpendapat sebagai penjual akan mencari untung. Terlebih pada saat itu alat kesehatan seperti handsanitizer sangat sulit didapatkan.

"Keputusan BPK katanya mengembalikan dan kami tidak masalah karena memang itu finalnya kita ikuti prosedurnya. Semua nominalnya maaf tidak bisa saya sebutkan," ujarnya.

Pada kontrak kerjasama itu Yori menyediakan handsanitizer sebanyak 25.000 botol. Katanya, ia mengambil barang tersebut melalui broker dan tidak membelinya ke pabrik atau perusahaan tersebut. Ia kembali menegaskan bahwa CV Batik Tanah Liek memiliki izin untuk menjadi penyedia alat kesehatan dan pihaknya tidak pernah meracik hansanitizer.

"Kita tidak mengambil ke distributor ada banyak sekali broker di sana. Ada 4 tangan mulai dari saya mengambil ke broker, kemudian broker mengambil dari istri BPBD Sumbar dan ibu mengambil ke distributor. Makanya harganya segitu," tutupnya.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]