Tips Beli Rumah dengan KPR DP 0%? Kenali dulu Risiko Kebangkrutan Anda


Jumat, 26 Februari 2021 - 01:50:22 WIB
Tips Beli Rumah dengan KPR DP 0%? Kenali dulu Risiko Kebangkrutan Anda Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Bank Indonesia (BI) akhirnya melonggarkan aturan loan to value/financing to value (LTV/FTV) terbaru untuk pembelian properti. Hal ini pun secara tidak langsung membuat konsumen bisa membeli rumah dengan uang muka (DP) kredit pembiayaan properti 0%. Aturan ini berlaku pada 1 Maret 2021. Akankah bisa jadi peluang baik buat kita yang ingin beli properti?

Kabar ini tentu bisa diterima sebagai kabar baik bagi segelintir orang yang bermimpi membeli properti di tahun ini. Imbauan untuk berhati-hati terhadap program DP 0% sejatinya sudah diutarakan para perencana keuangan. Pembelian hunian tanpa DP jelas akan membuat pokok utang menjadi besar yang berdampak pada ketidakidealan jumlah cicilan per bulan.

Baca Juga : Bank Nagari Serahkan Hadiah untuk Pemenang Lomba Karya Tulis Jurnalistik

Namun satu masalah utama yang juga tidak boleh luput dari persoalan ini adalah, nilai kekayaan bersih dan jumlah total utang tertunggak yang Anda miliki setelah kredit properti ini disetujui. Berikut ini dikutip dari Lifepal menjabarkan hal tersebut untuk Anda: 

  • Risiko kebangkrutan bisa makin besar

Setiap orang tentu perlu mengetahui berapa jumlah kekayaan bersih (net worth) yang dimilikinya. Kekayaan bersih dapat didefinisikan sebagai sebuah posisi ekonomi bersih seseorang atau nilai kekayaan yang sesungguhnya miliki. Nilai kekayaan bersih didapat dari hasil selisih antara total aset dan total utang.

Baca Juga : Lagi, Tiongkok akan Investasi 1,38 Miliar Dolar AS di Indonesia

Meski nilai kekayaan bersih seseorang positif, seseorang tetap rentan bangkrut di kala mereka memiliki rasio solvabilitas di bawah 30%. Pada perencanaan keuangan pribadi, nilai rasio solvabilitas menunjukkan seberapa besar nilai aset yang “benar-benar Anda miliki.” Ketika seseorang memiliki nilai rasio adalah 1 atau 100%, hal itu menunjukkan seluruh aset yang dimilikinya tidak didapat dari utang.  

Tidak ada aturan baku mengenai besaran rasio yang ideal, namun makin tinggi nilai rasio ini menunjukkan bahwa orang yang bersangkutan memiliki posisi keuangan yang kuat. Sementara itu makin rendah nilai rasio, maka makin rentan seseorang mengalami kebangkrutan. Alangkah baiknya bagi kita semua untuk terus meningkatkan nilai rasio solvabilitas ini seiring dengan berjalannya waktu.

Baca Juga : PDKT jadi Proker UPTD Metrologi Disperindagkop dan UKM Pariaman

  • Bayar DP atau tidak?

Itulah satu hal yang harus Anda ketahui mengenai dampak dari DP 0% terhadap pembelian properti. Oleh karena itu, lakukanlah perhitungan dengan matang sebelum akhirnya Anda memutuskan untuk mengambil KPR DP 0%. Selain berguna untuk menjaga kesehatan posisi keuangan, makin besar DP yang kita bayarkan, makin ringan pula cicilan yang kita bayarkan. Namun, ketahui dengan seksama bahwa bunga KPR di bank konvensional bersifat floating, yang artinya perubahan tingkat suku bunga bisa saja terjadi ketika masanya tiba.

Bila memang Anda berniat mengambil cicilan 15 tahun, jangan mudah tergiur dengan bunga rendah tapi hanya berlaku satu hingga tiga tahun. Pertimbangkanlah untuk mencari program KPR dengan suku bunga fixed (tetap) yang berlangsung 10 tahun. Atau jika Anda lebih memilih untuk membayar cicilan tetap, KPR syariah bisa dipertimbangkan. KPR syariah juga tidak membebani Anda dengan biaya penalti untuk percepatan pelunasan.(*)

Baca Juga : Keren, Pasar Teluk Uma Nominator Juara Nasional

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Merinda Faradianti | Sumber : Lifepal.co.id
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]