Masyarakat Sikucua Barat Minta Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa Perjuangkan Fasilitas Pendukung di Nagarinya


Jumat, 26 Februari 2021 - 13:46:40 WIB
Masyarakat Sikucua Barat Minta Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa Perjuangkan Fasilitas Pendukung di Nagarinya Nagari Sikucua Barat begitu gembira dengan kedatangan senator H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH.

PARIK MALINTANG, HARIANHALUAN.COM - Nagari Sikucua Barat begitu gembira dengan kedatangan senator H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH. Banyak harapan yang akan disampaikan dalam pertemuan dengan walinagari, Bamus, Sekretaris Nagari, walikorong, perangkat dan staf nagari, beserta elemen masyarakat di nagari itu.

“Beginilah nagari kami Pak Leonardy. Nagari kami masih terkategori tertinggal. Jalan utama di nagari kami masih banyak yang berupa jalan tanah. Bahkan ada Korong Aie Sonsang Durian Angik yang kini terisolir sehingga anak Sekolah Dasar di sana harus berjalan kaki sejauh 4 KM ke sekolahnya yang berada di Alahan Tabek,” ungkap Walinagari Sikucua Barat, Rapi’i, Senin (8/2/2021).

Baca Juga : Denda Pelanggar AKB di Sumbar Terkumpul Rp90 Juta

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Nagari yang berpenduduk lebih kurang 4000 jiwa dan 900 KK itu, dikataan Rapi'i sangat membutuhkan pengaspalan jalan dari Korong Alahan Tabek. Tepatnya beberapa ratus meter dari Kantor Walinagari ke Korong Marunggai dengan panjang sekitar 1,6 KM. Kemudian, jalan ke Koto Panjang sejauh 1,5 KM juga membutuhkan pengaspalan.

Baca Juga : Sumbar akan Bangun Flyover Sitinjau Lauik, Tahun Ini Mulai Urus Izin Lahan dan Hutan Lindung

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Sebab, jalan ke Koto Panjang ini akan membuat masyarakat Sungai Geringging dan sekitarnya lebih dekat ke Pariaman dibandingkan harus melewati Sungai Limau. Ditegaskan oleh Rapi’i, bahwa perbaikan akses jalan sangat diharapkan oleh masyarakat di nagarinya. 

Baca Juga : Dua Kecamatan di Dharmasraya Masuk Zona Hijau

"Dari tahun ke tahun itu saja harapan yang terlontar dari bibir masyarakat di sana. Jadi begitu mendengar kabar kedatangan Leonardy, masyarakat nagari menumpangkan harapan mereka lewat walinagari untuk disampaikan Leonardy ke pihak-pihak terkait," lanjutnya.

Bukan hanya itu, masyarakat Sikucua Barat umumnya memiliki profesi sebagai petani. Petani di sana harus merasakan ancaman gagal panen jika bendungan Lubuak Kuning yang tergerus air bah tidak segera diperbaiki. Karena pebih kurang sebanyak 40 hektar sawah yang terancam gagal panen. 

Baca Juga : Belasungkawa dari Pegawai sampai Pimpinan DPRD Solsel, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Meninggal

“Jika diambil perbandingan, sawah di nagari kami luasnya 70 hektar. Artinya, hampir 60 persen sawah yang terancam gagal panen tersebut. Dampak secara perekonomian sangat berat jika kondisi ini dibiarkan,” ungkapnya.

Menurutnya, bendungan tersebut awalnya dibangun dengan APBD Provinsi Sumbar. Masyarakat di sana melaporkan keadaan bendungan ke PSDA Sumbar. Kemudian, pihak dinas juga telah dua kali berkunjung dan menyatakan akan mengusulkannya lewat dana alokasi khusus (DAK).(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Nova Anggraini
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]