Menteri Siti Nurbaya: Hasil Hutan Bukan Kayu Potensi Besar Tingkatkan Ekonomi Lokal


Jumat, 26 Februari 2021 - 13:57:28 WIB
Menteri Siti Nurbaya: Hasil Hutan Bukan Kayu Potensi Besar Tingkatkan Ekonomi Lokal Siti Nurbaya

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengemukakan bahwa ke depan hasil hutan bukan kayu (HHBK) akan menjadi mainstream/arus utama dalam pemanfaatan hutan di Indonesia dan akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik.

"Hasil hutan bukan kayu dari kawasan hutan memiliki potensi yang sangat besar dan memiliki peran signifikan terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga masyarakat, peningkatan ekonomi lokal, dan kelestarian hutan itu sendiri," kata Siti Nurbaya ketika membuka kegiatan Bimbingan Teknis dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di dalam Kawasan Hutan secara virtual, Jumat (26/2/2021).

Baca Juga : Polemik Vaksin Nusantara, Wakil Ketua DPD RI: Selesaikan Secara Keilmuan

Kegiatan pemanfaatan HHBK dapat dilakukan dengan multiusaha kehutanan. Di mana kegiatan usaha kehutanan dapat berupa usaha pemanfaatan kawasan, usaha pemanfaatan HHK dan HHBK dan atau usaha pemanfaatan jasa lingkungan dengan tujuan untuk mengoptimalkan potensi kawasan hutan pada hutan lindung dan hutan produksi.

Beberapa komoditi HHBK yang potensial dikembangkan antara lain daun kayu putih, kopi, getah, bambu, jagung, sereh wangi, rumput gajah, aren, gamal, rotan, cengkeh, damar, gaharu, kulit Kayu, kemenyan, kemiri, kenari, madu, sagu dan lain sebagainya.

Baca Juga : Tolak Tanggapi Hasil Survei NSN, Risma: Belum Tentu Juga Saya Masih Hidup

Potensi HHBK saat ini tercatat sebesar 66 juta ton. Produksinya ditahun 2020 baru sebesar 558 ribu ton dengan PNBP Rp4,2 miliar. Tiga jenis HHBK dengan produksi tertinggi dari kelompok getah sebanyak 126 ribu ton, kelompok biji-bijian 114 ribu ton, dan kelompok daun/akar 63 ribu ton.

"Untuk saat ini, HHBK sudah mulai menjangkau pasar ekspor seperti produk madu dan gaharu. Saya kira dengan titik tolak kita bersama-sama memahami dan membangun bagaimana kita memperkuat langkah-langkah produktif HHBK ini akan semakin meningkatkan ekspor kita," jelasnya.

Baca Juga : Yang Lain Menolak, Dedi Mulyadi Malah Mendukung: Saya Siap Disuntik Vaksin Nusantara

Plt. Dirjen Pengelolaa Hutan Lestari KLHK Bambang Hendroyono menjelaskan, kegiatan bimbingan teknis dan pelatihan serta pemberian bantuan alat usaha ekonomi produktif masyarakat yang diperuntukan bagi yang memiliki akses legal di 16 wilayah kerja UPT BPHP.

"Ini adalah program pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19," katanya.

Baca Juga : Siap Siaga! 9 Provinsi Ini Diprediksi Bakal Diterjang Topan Surigae

Jenis bimbingan teknis dan pelatihan yang diberikan berupa pengembangan HHBK, penatausahaan hasil hutan, pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta bimbingan teknis Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

Mereka yang terlibat adalah 26 kelompok masyarakat mitra IUPHHK-HA dan 20 Kelompok masyarakat mitra IUPHHK-HT dengan total masyarakat yang terlibat 766 orang untuk E-Learning, Bimtek SILIN Masyarakat Mitra IUPHHK-HA dan Bimtek Pengembangan Usaha Produktif Masyarakat Mitra IUPHHK-HT.(*)

Reporter : Syafril Amir | Editor : Nova Anggraini
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]