Wikan Sakarinto: Utamakan Passion Anak, Jangan Persoalkan S1 dan D4


Jumat, 26 Februari 2021 - 22:00:54 WIB
Wikan Sakarinto: Utamakan Passion Anak, Jangan Persoalkan S1 dan D4 Dok Politeknik Negeri Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sejak Badan Pusat Statistik (BPS) merilis lulusan SMK sebagai kontributor penggangguran tertinggi di Indonesia, citra SMK menjadi minus, dan itu merembet ke dunia pendidikan vokasi di Indonesia.

Lantas, dimana power Humas SMK saat itu? Kenapa Humas tak pernah meng-counter pemberitaan media yang menghabisi dan menghakimi tersebut? Akibatnya brand image pendidikan vokasi tetap jeblok.

Baca Juga : Hak yang Sama Bagi Anak-Anak Berkebutuhan Khusus untuk Belajar Daring

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Hal itu dipertanyakan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Wikan Sakarinto, dalam Rapat Koordinasi Humas di Lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Tahun 2021 yang berlangsung di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Yogyakarta, dilansir dari laman resmi pnp.ac.id, Jumat (26/2/2021).

Pernyataan Sang Dirjen mengacu pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendominasi jumlah pengangguran di Indonesia yang mencapai 6,88 juta orang pada Februari 2020. Lulusan SMK menyumbang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut pendidikan mencapai 8,49%.

Baca Juga : Keutamaan Ramadan, Saat Setan Dibelenggu, Pintu Surga Dibuka, dan Pintu Neraka Ditutup

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

"Masyarakat kita masih mempersoalkan pilihan S-1 atau D-4 untuk sekolah anak, bukan mengutamakan passion anak dan minat anak. Akibatnya, Minat anak SMP memasuki SMK rendah. Itu sebagian dikarenakan kreatifitas pencipta kreasi yang notabene Humas SMK tidak jalan," tekannya lagi.

Menurut Wikan, kebanyakan masyarakat mengarahkan anak jadi PNS yang termasuk ke dalam zone nyaman, lanjutnya. Jika yang hadir dalam rakor ini masih berpikir demikian, percuma saja acara kumpul-kumpul dan bincang-bincang ini diselenggarakan, ngabisin duit saja.

Baca Juga : Dua Prodi ITP Lolos Hibah Program CoE MBKM

Wikan yang memiliki 10.000 followers itu menegaskan, Humas abad ini dituntut tidak sekedar Humas yang mengacu pada public relations (PR) tapi Humas yang menguasai marketing, bahkan kalau perlu Humas yang menguasai strategi komunikasi (strakom).

Dalam kesempatan itu, Wikan juga menantang para Humas yang hadir akan memberi hadiah istimewa jika mereka ada yang memiliki followers instagram melebihi jumlah yang dimilikinya, 10.000 orang.

Baca Juga : Gubernur Bangga Politeknik Negeri Padang Miliki Guru Besar Pertama di Sumatera

"Jangan bangga jika humas dan lembaganya cuma memiliki followers 100-500 orang saja," ungkapnya.

Dengan jumlah followers yang banyak, Humas dan lembaganya mampu menangkis penghakiman terhadap SMK yang berlangsung bertahun-tahun.

"Anda sebagai Humas dituntut untuk mengubah mindset masyarakat dengan menampilkan inovasi dan karya yang mereka hasilkan selama ini. Jika memang berguna dan berkualitas, negara harus mau membeli," tegasnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]