Beromset Rp45 Miliar, KLHK Dorong Bank Sampah jadi Sumber Bahan Baku Industri Daur Ulang


Jumat, 26 Februari 2021 - 23:32:19 WIB
Beromset Rp45 Miliar, KLHK Dorong Bank Sampah jadi Sumber Bahan Baku Industri Daur Ulang Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan perhatian yang serius terhadap perkembangan bank sampah dan diharapkan dapat mendukung pencapaian target penyediaan bahan baku dalam negeri untuk industri daur ulang plastik dan kertas.

Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati menyebutkan jumlah bank sampah pada tahun 2020 telah mencapai 11.330 unit di 369 kabupaten/kota di Indonesia dengan omset Rp 54 milyar per tahun.

Baca Juga : Sore Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1442 H

Pada tahun 2019 KLHK mencatat jumlah timbulan sampah sebanyak 67,8 juta ton/tahun dengan rincian sampah organik 57%, sampah plastik, 15%, sampah kertas sebesar 11% dan sampah lainnya sebesar 17%.

"Pada masa pandemi Covid-19, bank sampah mampu memberikan kontribusi suplai daur ulang sampah nasional sebesar 2,7%," kata Rosa Vivien, di Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Baca Juga : Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19, BLT dan Bansos Harus Disiapkan

KLHK selama ini selain memberikan bantuan fasilitasi pendirian bank sampah induk di daerah juga memberikan pembinaan atau edukasi. Peran bank sampah saat ini bukan hanya memilah, mencacah, mencuci dan menjual sampah anorganik tetapi lebih banyak sebagai tempat mengedukasi masyarakat, perubahan perilaku masyarakat untuk memilah sampah dari sumber dan mendorong circular economy.

“Peran bank sampah harus dilihat secara holistik mulai dari hulu ke hilir. Mulai dari edukasi pemilahan sampai kepada pemasaran di industri daur ulang. Peran pemerintah daerah sangat diharapkan karena bank sampah menjadi salah satu cara pencapaian target Jakstrada dalam pengurangan sampah," kata Rosa.

Baca Juga : Hari Ini Buruh Bakal Demo Besar-besaran di Depan MK, Polda Metro Jaya: Rekayasa Lalin Situasional

Pengelolaan Terintegrasi

Ketua Bank Sampah se Indonesia Saharuddin Ridwan mengatakan perlu integrasi penanganan bersama masalah sampah ini, tidak hanya KLHK atau masyarakat saja, tapi juga pemerintah daerah sampai ke pemerintah desa.

"Misalnya di setiap desa ada alokasi dana penanganan sampah dan jika hal ini diintegrasikan dengan program instansi lain, hasilnya akan lebih optimal. Begitu juga dengan kabupaten dan kota. Jika bank sampah dimanfaatkan dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) maka anggaran pemda bisa lebih hemat," kata aktivis lingkungan yang menyelesaikan pendidikan S2 di bidang manajemen itu.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Kritisi Kebijakan Pemerintah Soal Alih Fungsi Lahan

“Kami mengamati manfaat yang luar biasa dari keberadaan bank sampah. Masyarakat yang menganggur bisa memiliki pekerjaan dan penghasilan, lalu lingungan makin tertata, dan efek sosial seperti tawuran dan sebagainya tidak ada lagi,” ulasnya. (*)

Reporter : Syafril Amir | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]