Bali Diguyur Hujan Es, BMKG: Dampak Awan Hitam


Jumat, 26 Februari 2021 - 00:03:06 WIB
Bali Diguyur Hujan Es,  BMKG: Dampak Awan Hitam Butiran hujan es di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Jumat (26/2/2021). (FOTO ANTARA/HO-BPBD Bangl/Khania Pranisitha)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Hujan es mengguyur Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Jumat (26/2/2021). BMGK menilai  fenomena  itu sebagai dampak awan hitam.

Menurut Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar Iman Faturahman,  fenomena  hujan es itu disebabkan karena adanya dampak awan hitam (Cumulonimbus/CB).

Baca Juga : Gempa Jatim, Presiden Perintahkan Jajarannya Temukan Korban yang Tertimbun Reruntuhan

"Memang benar salah satu dampak adanya awan CB adalah terbentuknya hujan es. Kalau kita lihat di peta ada awan yang warna merah di Bali bagian tengah (Bangli), dan data itu terjadi pukul 13.40 WITA," katanya  seperti dilansir Antaranews.com, Jumat malam.

Ia menjelaskan indikasi terjadinya hujan lebat atau es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat, di mana satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Baca Juga : BNPB Tegaskan Gempa Malang Bukan Termasuk Megathrust, Tapi Zona Beniof

Kondisi udara yang terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°Celcius) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60 persen).

Kemudian, mulai pukul 10.00 WITA terlihat tumbuh awan cumulus (awan putih berlapis - lapis), di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu - abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Baca Juga : Minibus Terjun ke Sungai di Agam, Ini Nama-nama Korban

Selanjutnya, awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu - abu / hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus.

"Lalu, pohon-pohon di sekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba - tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita," katanya.

Jika dalam 1 - 3 hari berturut - turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, kata Iman Faturahman, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

Baca Juga : Sedang Nongkrong, Warga di Padang Dilempari Gerombolan Bersepeda Motor

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli I Ketut Agus Sutapa mengatakan fenomena tersebut telah tejadi sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 2012, 2016 dan 2021 ini.

"Berlangsung cuma hitungan detik palingan sekitar lima detik, fenomena ini hanya terjadi di wilayah Kelurahan Kubu, Bangli,"katanya. (*)

 

Ia menjelaskan bahwa awalnya ada muncul awan hitam agak pekat, kemudian turun hujan gerimis disertai angin. Setelah itu turun hujan deras disertai partikel yang mirip es.

 

"Tidak sampai mempengaruhi aktivitas karena kejadian cukup singkat. Ini masyarakat cukup heran terhadap fenomena ini," demikian I Ketut Agus Sutapa .

Editor : Dodi | Sumber : Antaranews
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]