Dishub Kabupaten Pessel: Odong Odong Agar Tidak Beroperasi di Jalan Utama


Sabtu, 27 Februari 2021 - 09:34:34 WIB
Dishub Kabupaten Pessel: Odong Odong Agar Tidak Beroperasi di Jalan Utama Kepala Dinas Perhubungan Pessel, Gunawan

PESSEL, HARIANHALUAN.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) meminta para pelaku usaha transportasi khususnya mobil odong-odong untuk tidak beroperasi di jalan-jalan utama pusat kota. Karena odong-odong bukan merupakan jenis transportasi umum.

“Odong-odong ini tidak masuk kategori transportasi umum. Namun sekarang sudah banyak beroperasi. Kurang lebih jumlahnya sekitar 120 unit,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Pessel, Gunawan dikutip dari website resmi Pemkab Pessel, Sabtu (27/2/2021).

Baca Juga : Hasil Dua Operasi Polda Sumbar, Ratusan Tersangka Sudah Ditangkap

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Katanya, Dishub dan dinas terkait lainnya juga akan berupaya untuk mencarikan solusi agar usaha mobil odong-odong tersebut tidak mati. Direncanakannya, odong-odong akan beroperasi pada rute dan kawasan tertentu saja. Seperti di sekitar kawasan objek wisata, yang digunakan untuk menjemput tamu wisatawan.

Baca Juga : Wabup Pasaman Sabar AS Minta PMI Jaga Ketersediaan Stok Darah

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

“Contohnya, bisa saja nanti pengoperasiannya menjemput tamu wisatawan. Ini bisa diberlakukan apabila mobil-mobil pengunjung tidak masuk lagi ke pusat kawasan objek wisata, dan cukup dijemput oleh mobil odong-odong,” jelasnya.

Baca Juga : Operasi Antik Singgalang 2021 di Pasaman, 20 Paket Ganja Kering Diamankan

Untuk itu, Gunawan menerangkan bersama Satlantas Polres Pessel juga akan memberikan sosialisasi kepada pemilik odong-odong untuk sementara berhenti beroperasi di lintasan jalan raya. Sebab potensi kecelakaan rawan terjadi karena muatan mobil melebihi kapasitas.

Gunawan menambahkan biasanya mobil odong-odong lebih banyak dimanfaatkan untuk membawa penumpang dalam kegiatan tertentu seperti pesta pernikahan hingga membawa rombongan kaum ibu majelis taklim. Di samping itu, pihaknya juga menemukan adanya sebuah Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) di salah satu nagari di Kecamatan Koto XI Tarusan yang menanamkan modal untuk usaha transportasi jenis odong-odong.

Baca Juga : Hari Pertama Ramadhan, Dispar Sumbar Gelar Pertemuan antara Pelaku Pariwisata dan Citilink

“Kita bukan bermaksud untuk menghalangi usaha, tetapi sama-sama kita ketahui, odong-odong bukan salah satu tipe transportasi umum. Itu tidak layak dan menyalahi ketentuan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” tutupnya.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Heldi Satria | Sumber : berita.pesisirselatankab.go.id
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]