WHO Pusing, Ada Ancaman Baru ke Vaksin Covid


Sabtu, 27 Februari 2021 - 11:23:47 WIB
WHO Pusing, Ada Ancaman Baru ke Vaksin Covid Tedros Adhanom. AP/Christophe Ena

HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah 'pusing'. Ini terkait pasokan vakin corona (Covid-19) yang adil ke seluruh dunia.

Pasalnya, sejumlah negara kaya agresif berburu kesepakatan langsung dengan perusahaan obat guna mendapat vaksin. Ini disebut WHO menjadi ancaman dan membahayakan pasokan vaksin ke negara miskin dan berpenghasilan menegah, terutama yang tergabung dalam Covax.

Baca Juga : Ini Mobil Pengangkut Jenazah Pangeran Philip, Sudah Dipersiapkan Sejak 2016

"Sekarang, beberapa negara masih mengejar kesepakatan yang akan membahayakan pasokan COVAX. Tanpa ragu," kata penasihat senior WHO Bruce Aylward mengatakan dalam sebuah pengarahan, dikutip dari detik.com, Sabtu (26/2/2021).

WHO sendiri telah lama meminta negara kaya untuk membagi vaksin secara adil. COVAX, pada hakikatnya akan membagikan 1,3 juta miliar vaksin ke negara miskin dan berkembang tahun ini namun hingga kini peluncuran sangat lambat.

Baca Juga : Waduh! WHO Sebut Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari kata Usai

Hal senada juga dikatakan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia mengatakan pasokan dan distribusi vaksin sangat rapuh.

"Kami tidak bisa mengalahkan Covid tanpa ekuitas vaksin. Dunia kita tidak akan pulih cukup cepat tanpa ekuitas vaksin. ini jelas," tegasnya.

Baca Juga : Mrs World, Kontes Kecantikan Khusus Wanita Bersuami yang Sempat Bikin Heboh

"Kami telah membuat kemajuan besar. Tapi kemajuan itu rapuh. Kami perlu mempercepat pasokan dan distribusi vaksin. (Namun) kami tidak dapat melakukannya jika beberapa negara terus mendekati produsen yang memproduksi vaksin yang diandalkan COVAX."

Sebelumnya Organisasi perdagangan Dunia (WTO) juga membuka gagasan agar negara maju melepaskan sementara waktu 'hak kekayaan intelektual' atas vaksin untuk melawan Covid-19. Ini sebelumnya kerap ditentang negara-negara kaya dengan industri farmasi besar.

Baca Juga : Seekor Kucing Jadi Kepala Kepolisian di Jepang, kok Bisa?

"Prioritas utamanya adalah memastikan badan perdagangan berbuat lebih banyak untuk mengatasi pandemi Coviid-19, menyebut disparitas dalam tingkat vaksin antara kaya dan miskin tidak masuk akal" tulis Reuters mengutip Kepala WTO Ngozi Okojo-Iweala, yang baru terpilih.

WTO sendiri akan segera melakukan konsesus ke 164 anggotanya. Namun jika deadlock, akan ada pemungutan suara.

Data Worldometers, menunjukkan ada 113 juta orang di dunia telah terinfeksi corona dengan kematian mencapai 2,5 juta. Sebanyak 89 juta orang telah sembuh dari penyakit ini. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : CNBC Indonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]