Nurdin Abdullah Tersangka Suap, Wagub Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Jalan


Ahad, 28 Februari 2021 - 06:32:55 WIB
Nurdin Abdullah Tersangka Suap, Wagub Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Jalan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

MAKASSAR, HARIANHALUAN.COM - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman lantas mengajak warga Sulsel untuk mendoakan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Nurdin ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di Sulsel. 

"Kita bersama masyarakat mendoakan agar beliau dan keluarga diberi kesabaran dalam cobaan ini," kata Andi Sudirman Sulaiman, Minggu (28/2/2021), dikutip dari detikcom.

Baca Juga : Kementerian PANRB Keluarkan Aturan Jam Kerja ASN Selama Ramadan

Andi Sudirman juga mengatakan, dia dan masyarakat Sulsel tentu berempati dan prihatin kepada Gubernur Nurdin Abdullah. Dia menyebut, proses hukum masih berjalan.

"Kita tentu sangat berempati dan prihatin tapi semua masih berproses secara hukum," kata Andi Sudirman Sulaiman.

Baca Juga : Atasi Wabah Corona, Ketua DPD RI: Pemerintah Perlu Dengarkan Pendapat Ahli Epidemiologi

Andi Sudirman juga mengatakan, selama Gubernur Nurdin menjalani proses hukum tersebut, Pemerintahan di Pemprov Sulsel akan terus berjalan, terutama pelayanan kepada masyarakat.

"Proses pemerintahan Sulsel tetap harus berjalan untuk proses pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan program-program strategis termasuk terus dalam penanganan COVID dan pemulihan ekonomi," jelasnya.

Baca Juga : Wapres Anjurkan Masyarakat Zona Merah Beribadah Ramadan di Rumah

Sebelumnya, KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini, sebagai berikut:

a. Sebagai penerima:
1. Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan)
2. Edy Rahmat (Sekdis PUTR Provinsi Sulawesi Selatan)

Baca Juga : Resmikan Ponpes Tajul Falah Banten, Kapolri: Silahturahmi dengan Ulama Jangan Pernah Putus

b. Sebagai pemberi:
1. Agung Sucipto (kontraktor)
Ketiganya lalu resmi ditahan oleh KPK selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021.

Ketua KPK Filri Bahuri menjelaskan pemantauan yang dilakukan KPK dalam kasus ini. Firli menyebut pada awal Februari Nurdin Abdullah dan Edy Rahamt bertemu dengan Agung Sucipto terkait proyek Wisata Bira.

"Sekitar awal Februari 2021, Ketika NA sedang berada di Bulukumba bertemu dengan ER dan juga AS yang telah mendapatkan proyek pekerjaan Wisata Bira," ujar Firli saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Minggu (28/2) dini hari.

Nurdin Abdullah, kata Firli, kemudian menyampaikan kepada Agung Sucipto selaku kontraktor melalui Sekdis PUTR Provinsi Sulawesi Selatan Edy Rahmat bahwa proyek tetap dilanjutkan. Nurdin memerintahkan kepada Edy segara mempercepat dokumen.

"NA menyampaikan pada ER bahwa kelanjutan proyek Wisata Bira akan kembali dikerjakan oleh AS yang kemudian NA memberikan persetujuan dan memerintahkan ER untuk segera mempercepat pembuatan dokumen DED (Detail Engineering Design) yang akan dilelang pada APBD TA 2022," ujar Firli.

Selain itu, Nurdin Abdullah juga diduga menerima duit dari kontraktor lain. Berikut rinciannya, sebagaimana disampaikan Firli.

a. Pada akhir tahun 2020, NA menerima uang sebesar Rp 200 juta
b. Pertengahan Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp 1 miliar
c. Awal Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp 2,2 miliar

Jadi, bila ditotal, uang yang diduga diterima Nurdin Abdullah adalah Rp 5,4 M.

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]