Keluhkan Hama dan Pupuk Bersubsidi, Masyarakat Kudu Ganting Barat Padang PariamanTerancam Gagal Panen


Ahad, 28 Februari 2021 - 08:27:07 WIB
Keluhkan Hama dan Pupuk Bersubsidi, Masyarakat Kudu Ganting Barat Padang PariamanTerancam Gagal Panen Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH Dt Bandaro Basa, S.IP., MH berkunjung Nagari Kudu Gantiang Barat.

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Masyarakat Nagari Kudu Gantiang Barat, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman mengharapkan perhatian pemerintah terhadap hama wereng dan kepinding tanah yang melanda tanaman padi mereka. Sebab, jika tidak tertangani mereka akan mengalami gagal panen. Tak hanya itu ada petani yang akan mengalaminya hingga dua kali.

"Petani di Kudu Ganting Barat khususnya dan Lima Koto Timur umumnya banyak yang akan terancam mengalami kegagalan panen. Ini disebabkan hama dan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi," ujar Sekcam V Koto Timur, Beniman, Kamis (18/2/2021) saat Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH Dt Bandaro Basa, S.IP., MH berkunjung Nagari Kudu Gantiang Barat.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 114, Sembuh 92, dan Meninggal Dunia 1 Orang

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Ia menyebutkan kondisi tersebut cukup memprihatinkan. Terlebih petani yang biasa mendapat 300 liter beras, kini hanya mendapat kurang dari 150 liter. Ditegaskannya, hampir 60 persen berkurang hasil sawah petani. Beniman menerangkan, ada yang terpaksa berhutang ke penggilingan dengan janji dibayar dari hasil panen berikutnya.

Baca Juga : Update Zonasi Covid-19 di Sumbar Minggu Ke-57, Kabupaten 50 Kota Jadi Zona Merah

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

"Kini panen berikutnya yang diharapkan lebih baik itu yang dikhawatirkan bakal gagal pula. Selain hama, kondisi ini disebabkan pula langkanya pupuk bersubsidi," terangnya.

Baca Juga : Antisipasi Karhutla, Sumbar akan Tambah Alat Gurdian

Soal kelangkaan pupuk bersubsidi juga dikeluhkan Ketua Kelompok Tani Aur Serumpun, Listiyani. Anggota Bamus Nagari Kudu Gantiang Barat ini menyebutkan urea keluaran Pusri tidak lagi bersubsidi. Sementara urea keluaran Medan (Phonska) memang bersubsidi namun dirasakan kurang bagus hasilnya. Perkembangan padinya kurang bagus.

"Jika memakai urea produksi Pusri,  hasilnya lebih bagus. Sayangnya tidak bersubsidi lagi. Telah kami bandingkan hasil panen yang menggunakan pupuk Pusri dan Phonska," ungkapnya.

Baca Juga : Kualitas Udara di Sumbar Masih Kategori Sangat Baik

Menurut Listiyani, NPK Phonska yang bersubsidi pun bila disebarkan akan mengapung di air. Bulir padinya pun akan kecil-kecil. Keadaan diperparah dengan kenyataan sulitnya petani bertambah karena pupuk ZA dan TSP dicabut subsidinya. Harga tentu mahal, sementara hasil yang didapat kurang memuaskan.

“Kami berharap aspirasi kelompok tani di daerah ini dapat bapak suarakan sehingga pihak-pihak terkait memberikan perhatian lebih terhadap kesulitan yang kami hadapi,” ujarnya.

Listiyani mengungkapkan penyuluh hama dan penyakit Sumbar memang telah datang ke nagari itu. Namun solusi yang mereka berikan kurang menampakkan hasil. Misalnya untuk menghadapi kepinding tanah dengan cara menggenangi sawah dengan air. Saran ini tidak efektif karena di waktu bersamaan ada hama wereng. 

"Petani dan kelompok tani yang punya ada yang telah berupaya memberantas hama. Sementara yang lain tidak mampu melakukannya. Akhirnya hama tetap tak berkurang," tutupnya.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Rahma Nurjana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]