Satu Orang Tewas Saat Polisi Bubarkan Demonstran di Myanmar


Ahad, 28 Februari 2021 - 12:46:25 WIB
Satu Orang Tewas Saat Polisi Bubarkan Demonstran di Myanmar Polisi saat membubarkan demonstran Myanmar (Foto: AFP/YE AUNG THU)

HARIANHALUAN.COM - Kepolisian Myanmar kembali melepaskan tembakan untuk membubarkan para demonstran antikudeta yang memadati jalan-jalan di Myanmar pada Minggu (28/2). Seorang pengunjuk rasa dilaporkan tewas tertembak sementara yang lain mengalami luka-luka.

Seperti dilansir dari detik.com, Minggu (28/2/2021) Politisi bernama Kyaw Min Htike mengatakan polisi melepaskan tembakan di kota Dawei, menewaskan satu orang dan melukai sejumlah pendemo. Sementara, media Dawei Watch mengatakan satu orang tewas dan lebih dari belasan orang luka-luka.

Baca Juga : Balas Serangan China, AS-Filipina Bakal Latihan Militer Gabungan

Polisi dan juru bicara dewan militer yang berkuasa tidak menanggapi panggilan telepon ketika diminta komentar mengenai tindakan polisi.

Kudeta yang dilakukan oleh militer Myanmar telah mendorong ratusan ribu orang melakukan unjuk rasa. Negara-negara Barat bahkan mengecam hingga menjatuhkan sejumlah sanksi kepada pejabat militer.

Baca Juga : Ingin Capai Usia 99 Tahun Seperti Pangeran Philip? Intip Pola Makannya

Sebuah media memposting kondisi para pengunjuk rasa di kota utama Yangon. Beberapa orang mengalami pendarahan hebat setelah diserang oleh polisi, mereka pun dibantu menjauh dari lokasi protes.

Belum diketahui jelas bagaimana mereka terluka, namun media melaporkan terjadi tembakan langsung saat aksi hendak dibubarkan polisi. Media Myanmar Now mengatakan orang-orang telah "ditembak mati", tetapi tidak merinci lebih lanjut.

Baca Juga : Harry Hadir Sendiri, Ternyata Ini Alasan Meghan Markle Tak Hadiri Pemakaman Pangeran Philip

Polisi juga melemparkan granat kejut, menggunakan gas air mata dan menembak ke udara, kata saksi mata.

Pemimpin militer Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan pihak berwenang telah menggunakan kekuatan minimal untuk menangani protes.

Baca Juga : Giliran Vaksin J&J Ditinjau karena Kasus Pembekuan Darah

Pada Minggu pagi (28/2) polisi berjaga-jaga di lokasi protes di Yangon. Banyak dari polisi mengenakan alat pelindung dan bergerak cepat membubarkan kerumunan.

"Polisi turun dari mobil mereka dan mulai melemparkan granat kejut tanpa peringatan," kata Hayman May Hninsi, yang bersama sekelompok rekan guru di Yangon melarikan diri ke gedung terdekat.

"Beberapa guru terluka saat berlari."

Di tempat protes lainnya, sejumlah dokter dan mahasiswa dengan jas lab putih melarikan diri ketika polisi melemparkan granat setrum di luar sekolah kedokteran.

Di Mandalay, polisi juga menembakkan senjata ke udara, menjebak staf medis yang melakukan aksi protes di rumah sakit. Tindakan keras polisi mengindikasikan tekad militer untuk memaksakan otoritasnya dalam menghadapi pembangkangan kudeta.

Televisi MRTV yang dikelola pemerintah mengatakan lebih dari 470 orang telah ditangkap pada hari Sabtu (27/2). Dikatakan, polisi telah memberikan peringatan sebelum menggunakan granat setrum untuk membubarkan orang.

Tindakan kekerasan terhadap para demonstran kian mengerikan setelah Duta Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kyaw Moe Tun dipecat oleh militer. MRTV mengatakan dia telah dipecat sesuai dengan aturan pegawai negeri karena telah "mengkhianati negara" dan "menyalahgunakan kekuasaan dan tanggung jawab seorang duta besar". (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]