Harimau Dekati Perkampungan, Walhi: Dampak Rusaknya Ekosistem Hutan


Ahad, 28 Februari 2021 - 23:43:27 WIB
Harimau Dekati Perkampungan, Walhi: Dampak Rusaknya Ekosistem Hutan Ilustrasi. Net

PADANG,HARIANHALUAN.COM-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menduga, seringnya kemunculan harimau di perkampungan, berkaitan dengan terusiknya ekosistem hutan yang menjadi habitatnya.

 Walhi berharap kepada pemangku kepentingan agar memberikan perhatian khusus terkait munculnya Harimau  seperti di Desa Kuala Beringin, Kabu paten Labuhanbatu Utara.

Baca Juga : Mayat Membusuk, NTT Butuh Penanggulang Penyakit

"Fenomena munculnya satwa liar seperti harimau beberapa bulan terakhir ini tentunya menjadi perhatian serius," ujar Direktur Eksekutif Walhi Sumut Doni Latuparisa, seperti dilansir Antaranews.com, Ahad (28/2/2021).

Ia menduga, munculnya satwa yang dilindungi tersebut di daerah pedesaan berkaitan dengan terganggunya ekosistem hutan yang menjadi habitatnya.

Baca Juga : Paket Sembako Dibagikan Lanal Ranai untuk Warga Teluk Buton

"Setidaknya ada 16 kasus munculnya harimau ke areal yang dikelola masyarakat. Bahkan sudah ada satu orang korban jiwa manusia dan hewan ternak milik masyarakat," ujarnya.

Doni mengatakan, Walhi ingin habitat satwa endemik Sumatera ini terjaga dari aktivitas ekonomi yang mengancam. Kasus yang terjadi di Labuhanbatu Utara, harus menjadi perhatian penuh, jangan sampai terjadi konflik antara manusia dengan harimau itu.

Baca Juga : Asap Hitam Pabrik Milik BIM Diduga Cemari Udara

"Jika habitat tetap terjaga, tentu manusia dengan satwa bisa hidup harmoni," kata pemerhati lingkungan itu.

Sebelumnya seekor Harimau Sumatera terlihat di Desa Kuala Beringin Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara. (*)

Baca Juga : Tayang Perdana dan Bedah Film Mimpi Anak Sakai Digelar di Kampus UMRI

Editor : Dodi | Sumber : Antaranews
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]