Diskusi dengan Leonardy Harmainy, Masyarakat Padang Alai Inginkan Sawah Mereka Kembali


Senin, 01 Maret 2021 - 08:11:35 WIB
Diskusi dengan Leonardy Harmainy, Masyarakat Padang Alai Inginkan Sawah Mereka Kembali Diskusi dengan Leonardy Harmainy, Masyarakat Padang Alai Inginkan Sawah Mereka Kembali

PADANG ALAI, HARIANHALUAN.COM – Nagari Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman termasuk daerah yang parah ketika bencana gempa 30 September 2009 lalu. Banyak bangunan yang roboh, sawah berhektar-hektar hilang dilanda longsor, serta korban jiwa yang banyak. Kini masyarakat di daerah Koto Tinggi dan Gunung Tigo yang banyak merasakan areal persawahan hilang akibat dilanda longsor.

Mereka mengharapkan agar areal persawahan kembali. Keinginan itu didasari banyak hasil panen sawah itu dulunya. Bahkan banyak zakat yang dibayar masyarakat sehingga sawah di sana dikenal dengan sawah tempat bajakaik (berzakat).

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 114, Sembuh 92, dan Meninggal Dunia 1 Orang

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

“Masyarakat kami berharap sawah yang hilang akibat gempa 2009 dibuatkan sawah lagi. Itu sawah tampek bajakaik (tempat berzakat) dulunya,” ujar Ketua Bamus Nagari Gunung Padang Alai, Dasman Koto kepada Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH yang datang ke nagarinya, Senin (1/3/2021).

Baca Juga : Update Zonasi Covid-19 di Sumbar Minggu Ke-57, Kabupaten 50 Kota Jadi Zona Merah

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Dasman Koto mengharapkan Leonardy dapat memfasilitasi alat berat untuk membuat sawah baru. Juga mesin bajak yang bisa digunakan di lahan sawah yang tidak datar. Tokoh masyarakat setempat Candrawasih juga menambahkan peralatan pemerintah selain membuat sawah digunakan pula untuk menggarap lahan-lahan tidur di Nagari Gunung Padang Alai. Menurutnya, banyak lahan tidur yang jika bisa dijadikan lahan produktif akan sangat membantu perekonomian masyarakat di nagari itu.

Baca Juga : Antisipasi Karhutla, Sumbar akan Tambah Alat Gurdian

Pernyataan Bamus juga didukung oleh Sekcam Padang Alai Beniman. Sawah di V Koto Timur ada 264 hektar. Di Padang Alai ada 84 hektar. Luasannya akan bertambah jika sawah yang tertimbun longsor bisa dilakukan pencetakan sawah baru.

Wali Nagari Gunung Padang Alai, Aidinur menyatakan nagarinya paling ujung di Kecamatan V Koto Timur. Gunung Padang Alai berbatasan dengan Malalak Barat, Kabupaten Agam. Nagari tersebut terdiri dari 9 korong dan paling luas di Padang Pariaman dengan luas 4149,33 hektar atau 41,49 kilometer persegi. 

Baca Juga : Kualitas Udara di Sumbar Masih Kategori Sangat Baik

"Saat ini nagari kami sedang dalam tahap pemekaran. Dan berharap agar Leonardy turut mengawal pemekaran yang telah diverivikasi lapangan ini agar segera terealisasi. Nagari kami sangat luas Pak. Memiliki sembilan korong. Satu Korong Sialangan saja sudah sama luasnya dengan satu nagari di tempat lain. Makanya pemekaran ini sangat diharapkan,” ujarnya.

Camat Anasman yang sudah kenal Leonardy tak kalah gembira dengan kedatangan senator asal Sumbar itu. Camat menyebutkan bagaimana kiat Leonardy dalam persoalan pembebasan tanah untuk pembuatan jalan lingkar, asrama haji, politeknik pelayaran dan lainnya yang berdampak besar terhadap kemajuan Padang Pariaman.

“Saya kenal beliau sejak di Dinas Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman dulu. Tepatnya di 2009. Banyak pengalaman yang saya dapatkan dan saya liat langsung bagaimana Bang Leonardy ini memperjuangkan proyek dan kegiatan pembangunan di Padang Pariaman. Sangat tepat jika menitip aspirasi kepada beliau ini,” ungkapnya.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Heldi Satria
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]