SDG’S Desa Dikupas Leonardy di Tandikek Barat


Selasa, 02 Maret 2021 - 04:23:39 WIB
SDG’S Desa Dikupas Leonardy di Tandikek Barat Istimewa

TANDIKEK BARAT, HARIANHALUAN.COM - Leonardy Harmainy mengupas program prioritas penggunaan dana desa 2021 di Tandikek Barat Kecamatan VII Koto Patamuan. Hadir dalam pertemuan di MDA Lareh Nan Panjang Tandikek Barat Camat Patamuan, wali nagari, Bamus, KAN, wali korong, perangkat nagari, staf nagari, PKK dan tokoh masyarakat Tandikek Barat.

“Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Desa PDTT No.13 tahun 2020. Permendes Nomor 13 tahun 2020 itu menjadi dasar bagi 74.953 desa dalam menyusun rencana kerja dan APBDes 2021,” ujar Leonardy, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga : Percepat Transaksi APBD Secara Non Tunai, Bupati Agam Tandatangani SK TP2DD

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Permendes menegaskan bahwa dana desa tahun anggaran 2021 diprioritaskan untuk pencapaian Sustainable Development Goal’s Desa (SDG’S Desa). Permendes menegaskan bahwa dana desa tahun anggaran 2021 diprioritaskan untuk pencapaian SDG’S Desa yang mengukur seluruh aspek pembangunan, sehingga mampu mewujudkan perkembangan manusia seutuhnya

Baca Juga : Kota Padang Panjang Terima Penghargaan TP2DD di FEKDI

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

“Untuk itu, saya ingin mendengar apakah APBDes atau di Sumbar APB Nagari Tandikek Barat sudah disusun untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam Pemendesa No.12 tahun 2020 tersebut? Silakan pak Wali atau Sekretaris Nagari jawab nanti,” ujarnya.

Baca Juga : Kota Padang Panjang Punya Pojok Statistik Pertama di Indonesia

Dikatakan Leonardy, SDG’S Desa ini mengacu pada SDG,S Nasional yang didasarkan pada Perpres 59/2017. SDG’S Desa merupakan upaya terpadu percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditandai dengan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan. Kemudian desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan.

Lalu, desa ramah perempuan, desa berjejaring, desa tanggap budaya dan desa Pancasila.

Baca Juga : Tak Perlu Legalisir, 18 Dokumen Kependudukan Gunakan Tanda Tangan Elektronik

Kesembilan tipe desa yang disebutkan tadi bisa menjadi pilihan bagi Nagari Tandikek Barat. Apa tipe desa yang cocok, arahkan pembangunan nagari ke sana. Misalnya desa tanpa kemiskinan dan kelaparan berarti desa diarahkan menjadi desa mandiri yang maju secara ekonomi.

"Tidak ada lagi yang miskin dan kelaparan. Masyarakat nagari meningkat pendapatannya dan nagari punya ketahanan pangan pula.

Nagari mengupayakan pengembangan produk unggulan nagari. Nagari membiayai pembelian bibit untuk ditanam di lahan masyarakat. Misalnya pinang, peremajaan kelapa. Pembelian bibit dilakukan oleh Bumnag, nanti setelah mendatangkan hasil dibeli lagi oleh Bumnag untuk dipasarkan," ungkapnya.

Dikatakan Leonardy, Bumnag menjadi katalisator harga. Ekonomi masyarakat nagari lambat laun akan meningkat. Tak ada lagi kesenjangan, ekonomi masyarakat tumbuh merata. Di Tandikek kata Leonardy, karena kaum dan kasi bahkan wali korongnya bergelar SP.d maka sangat bagus jika walinagari, bamus, perangkat dan staf diarahkan memilih tipe peduli pendidikan. 

"Nanti kita dorong pula agar walinagari berkesempatan menambah pendidikan atas biaya nagari,” ujarnya.

Nagari juga bisa diarahkan menjadi desa peduli kesehatan. Kata Leonardy, patut dingat kesehatan itu perlu tapi ekonomi harus hidup. Lalu bisa dibentuk desa peduli lingkungan hidup, desa ramah perempuan dan seterusnya.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Merinda Faradianti
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]