WHO tak Sarankan Obat Anti-inflamasi Ini untuk Cegah Covid-19


Selasa, 02 Maret 2021 - 09:12:43 WIB
WHO tak Sarankan Obat Anti-inflamasi Ini untuk Cegah Covid-19 Ilustrasi

NEWYORK, HARIANHALUAN.COM - Obat anti-inflamasi hydroxychloroquine tidak boleh digunakan untuk mencegah infeksi pada orang yang tidak mengalami Covid-19. Pernyataan itu disampaikan panel ahli internasional WHO Guideline Development Group (GDG) baru-baru ini.

Dilansir dari Medical Xpress pada Selasa (2/3), rekomendasi kuat mereka didasarkan pada bukti kepastian yang tinggi dari enam uji coba terkontrol secara acak. Uji coba itu melibatkan lebih dari 6 ribu peserta dengan dan tanpa paparan yang diketahui pada orang dengan infeksi Covid-19.

Baca Juga : Ini Syarat dan Cara Mendaftarkan BPJS Kesehatan Bagi Bayi Baru Lahir

Bukti uji coba menunjukkan  hydroxychloroquine tidak memiliki efek yang berarti pada kematian dan kemungkinan masuk ke rumah sakit. Sementara bukti lainnya menunjukkan hydroxychloroquine tidak memiliki efek yang berarti pada infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di laboratorium. Bahkan hydroxychloroquine justru mungkin meningkatkan risiko efek samping.

Dengan demikian, panel WHO menganggap obat ini tidak lagi menjadi prioritas penelitian. Selanjutnya para peneliti mesti fokus mengevaluasi obat lain yang lebih menjanjikan untuk mencegah Covid-19.

Baca Juga : Viral! Pesta Pelajar di Kantor Bupati Langgar Prokes

Pedoman ini berlaku untuk semua individu yang tidak memiliki Covid-19, terlepas dari keterpaparan mereka terhadap orang dengan infeksi Covid-19. Panel menilai hampir semua orang tidak akan menganggap obat ini bermanfaat, dan juga memutuskan faktor-faktor seperti sumber daya, kelayakan, penerimaan, dan kesetaraan untuk negara dan sistem perawatan kesehatan tidak mungkin mengubah rekomendasinya.

Rekomendasi panel WHO ini adalah versi pertama dari pedoman obat untuk mencegah Covid-19 dengan dukungan metodologis dari MAGIC Evidence Ecosystem Foundation. Tujuannya untuk memberikan panduan yang dapat dipercaya tentang pengelolaan Covid-19 dan membantu dokter membuat keputusan lebih baik dengan pasien mereka.

Baca Juga : Dokter Reisa: Vaksinasi pada Bulan Ramadan tidak Membatalkan Puasa, Justru Diwajibkan

Pedoman panel WHO ini berguna di bidang penelitian yang bergerak cepat seperti Covid-19 karena memungkinkan peneliti memperbarui ringkasan bukti yang telah diperiksa dan ditinjau oleh peneliti lainnyq. Rekomendasi baru untuk obat pencegahan lain terhadap Covid-19 akan ditambahkan ke pedoman ini ketika lebih banyak bukti tersedia. Demikian republika.co.id.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : republika
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]