Presiden Duterte Ancam Usir Tentara AS dari Filipina, Lho Kenapa?


Selasa, 02 Maret 2021 - 10:37:59 WIB
Presiden Duterte Ancam Usir Tentara AS dari Filipina, Lho Kenapa? Rodrigo Duterte

MANILA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Rodrigo Duterte telah berjanji bahwa dia akan "segera" mangusir pasukan Amerika Serikat (AS) dari Filipina jika Washington mencoba menempatkan senjata nuklirnya di negara Asia Tenggara itu.

Meskipun tampaknya tidak ada pernyataan baru-baru ini dari para pejabat Amerika tentang rencana untuk menempatkan nuklir di Filipina, Duterte pada Minggu (28/2/2021) ditanya tentang kemungkinan tersebut selama konferensi pers.

Baca Juga : Ini Mobil Pengangkut Jenazah Pangeran Philip, Sudah Dipersiapkan Sejak 2016

"Kami tidak menginginkannya… tetapi saya memperingatkan Anda bahwa jika saya mendapatkan informasi keras bahwa persenjataan nuklir dibawa oleh Anda ke sini, saya akan segera meminta Anda untuk keluar dan saya akan mengakhiri Perjanjian Pasukan Kunjungan (VFA) (dengan AS) segera," katanya sebagaimana dilansir RT.

Duterte bertemu dengan para jurnalis di Pangkalan Udara Villamor di Kota Pasay tak lama setelah upacara untuk menyambut kedatangan 600.000 dosis awal vaksin Sinovac China untuk melawan Covid-19, yang telah disumbangkan ke Manila oleh Beijing.

Baca Juga : Waduh! WHO Sebut Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari kata Usai

"China telah memberi kami segalanya, tetapi tidak pernah meminta apa pun dari kami," katanya, seraya menambahkan bahwa dia sebelumnya meyakinkan Beijing bahwa dia tidak akan mengizinkan senjata nuklir AS di Filipina.

Dilansir okezone.com, Duterte bersikeras bahwa dia menolak hulu ledak nuklir Amerika bukan karena itu akan memusuhi China, tetapi karena Konstitusi Filipina melarang kehadiran persenjataan semacam itu di negara tersebut.

Baca Juga : Mrs World, Kontes Kecantikan Khusus Wanita Bersuami yang Sempat Bikin Heboh

Dia menegaskan bahwa karena menampung pangkalan angkatan laut dan udara AS di wilayahnya, Filipina akan menjadi "yang pertama terkena serangan" jika konflik militer terjadi antara Washington dan Beijing pecah. Negara itu akan "mengadopsi kebijakan luar negeri yang independen" untuk keluar dari bahaya, tambahnya.

Perjanjian Visiting Forces mengatur keberadaan pasukan AS di Filipina. Ini mulai berlaku pada 1999, tetapi ditangguhkan oleh Duterte tahun lalu setelah sekutu dekatnya dan sekarang senator, Ronald Dela Rosa, visa AS-nya dicabut karena keterlibatannya dalam perang brutal negara itu terhadap narkoba.

Baca Juga : Seekor Kucing Jadi Kepala Kepolisian di Jepang, kok Bisa?

Namun, pasukan AS masih tetap berada di Filipina, dengan perintah untuk keluar sudah ditunda dua kali. Bulan lalu, Duterte mengklaim bahwa Washington harus membayar Manila jika ingin mempertahankan VFA.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : okezone
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]