Berkat Vaksin, Akankah COVID-19 Berakhir di Penghujung 2021?


Selasa, 02 Maret 2021 - 16:45:12 WIB
Berkat Vaksin, Akankah COVID-19 Berakhir di Penghujung 2021? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, tidak realistis untuk percaya bahwa dunia akan bebas dari pandemi COVID-19 global pada akhir tahun 2021.

Meski demikian, badan PBB tersebut menyatakan bahwa kedatangan vaksin yang efektif baru-baru ini setidaknya dapat membantu secara dramatis mengurangi angka rawat inap dan kematian.

Baca Juga : Ini Mobil Pengangkut Jenazah Pangeran Philip, Sudah Dipersiapkan Sejak 2016

Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan mengatakan, dibutuhkan langkah yang dapat mengurangi angka rawat inap dan kematian akibat COVID-19.

"Ini akan menjadi sangat prematur dan saya pikir tidak realistis untuk berpikir bahwa kita akan menyelesaikan virus COVID-19 pada akhir tahun ini," kata Ryan dikutip dari liputan6.com.

Baca Juga : Waduh! WHO Sebut Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari kata Usai

"Tapi saya pikir apa yang bisa kita selesaikan yaitu mengurangi rawat inap, kematian dan tragedi yang terkait dengan pandemi ini."

Ryan mengatakan, fokus WHO adalah menjaga agar penularan virus tetap rendah, untuk membantu mencegah munculnya varian, tetapi juga untuk mengurangi jumlah orang yang sakit.

Baca Juga : Mrs World, Kontes Kecantikan Khusus Wanita Bersuami yang Sempat Bikin Heboh

Dia juga mengatakan bahwa memvaksinasi pekerja perawatan kesehatan garis depan dan mereka yang paling rentan terhadap penyakit parah akan "menghilangkan ketakutan dan tragedi dari pandemi."

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menginginkan vaksinasi petugas kesehatan dilakukan di setiap negara dalam 100 hari pertama tahun 2021, yang berarti masih ada 40 hari tersisa, lapor Agence France-Presse (AFP).

Baca Juga : Seekor Kucing Jadi Kepala Kepolisian di Jepang, kok Bisa?

"Sangat menggembirakan melihat petugas kesehatan di negara-negara berpenghasilan rendah mulai divaksinasi, tetapi sangat disayangkan bahwa ini terjadi hampir tiga bulan setelah beberapa negara terkaya memulai kampanye vaksinasi mereka," katanya.

"Dan sangat disesalkan bahwa beberapa negara terus memprioritaskan vaksinasi yang lebih muda, orang dewasa yang lebih sehat dengan risiko penyakit yang lebih rendah di populasi mereka sendiri daripada petugas kesehatan dan orang tua," katanya, tanpa menyebut nama negara tersebut. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : Liputan6.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]