Leonardy Tegaskan Penggunaan Anggaran untuk Pembangunan


Selasa, 02 Maret 2021 - 19:58:49 WIB
Leonardy Tegaskan Penggunaan Anggaran untuk Pembangunan Anggota DPD RI Leonardy Harmainy.

KOTO BARU, HARIANHALUAN.COM - Wali Nagari, Ketua Bamus, Ketua KAN, perangkat dan staf di Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago mengharapkan perhatian Anggota DPD RI H Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., M.H. Jalan sepanjang 900 meter itu kini berupa jalan berbatu.

Ketua Bamus Koto Baru, Tuanku Nurdin menyebutkan bahwa di Nagari Koto Baru jembatannya sangat bagus namun beberapa meter dari pangkal jembatan itu jalan sangat parah.

Baca Juga : Komunitas Bonsai Terbentuk, Solsel Miliki Tanaman Endemik Khas

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

"Kalau dilihat jembatan Lubuk Tano sewaktu datang kemari tentu melihat jembatan yang megah. Namun beberapa ratus meter setelah itu, jalannya jelek sekali. Jalan berbatu, berlubang dan ada kubangan kerbau," ungkap Tk. Nurdin.

Tk. Nurdin mewakili Pj Wali Nagari Koto Baru menyebutkan jembatan Lubuk Tano dibangun pada 2017 dan jalan yang rusak itu dibangun sekitar tahun 2004.

Baca Juga : Cuaca Besok di Sumbar Cerah hingga Berawan, Namun Ada Potensi Hujan Ringan

"Kami gembira dengan kedatangan Abang Leonardy ke nagari kami. Pertanda baik bagi nagari ini, sebab setahu saya beberapa pondok pesantren yang Abang letakkan batu pertamanya, murid selalu banyak," ujarnya dengan nada gembira.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Baca Juga : Covid-19 Belum Reda, Gubernur Ingatkan Masyarakat Patuhi Prokes saat Beribadah Ramadan

Ketua KAN Ir. H. Agus Salim Dt Rangkayo Basa juga menyatakan bahwa dukungan Leonardy sangat diharapkan agar jalan yang sudah sangat rusak itu mendapatkan perhatian. Segera diperbaiki hendaknya.

"Saya sebagai mantan walinagari dua periode paham sekali perbaikan jalan dari Sungai Sariak ke Padang Sago sangat didambakan masyarakat," ujarnya.

Baca Juga : Balimau Paga, Cara Masyarakat Pessel Sambut Ramadan

Jalan melewati jembatan Lubuak Tano membuat jarak tempuh semakin dekat. dulu masyarakat harus memutar sejauh 15 kilometer. Menanggapi hal itu, Leonardy menegaskan jalan itu layaknya diselesaikan. Tentukan dulu jalan itu menghubungkan antar korong, antar nagari, antar kecamatan, atau antar kabupaten.

Penentuan jalur ini berguna untuk mengarahkannya kemana, dana desa, APBD kabupaten, provinsi maupun APBN. Lalu jalani prosesnya yang tentu dimulai dari musrenbang tingkat nagari, kecamatan dan kabupaten.

"Paling penting adalah hasil musrenbang harus dikawal di DPRD Kabupaten Padang Pariaman. Makin mudah mengawalnya terlebih ada dua putra Koto Baru yang duduk di DPRD Padang Pariaman," katanya.

Selain itu yang penting diingat tentunya prinsip penggunaan anggaran. Anggaran Provinsi Sumbar harus digunakan untuk program dan kegiatan pembangunan di lingkungan provinsi. Begitu juga dengan APBD Kabupaten.

"Kalau jalan kita ini harusnya dianggarkan di APBD Kabupaten. Jangan sampai membuat usulan, proposal dan sebagainya untuk mendapatkan dana yang lebih besar dari provinsi," urainya.

Selain melalui Anggota DPRD Padang Pariaman, wali nagari bersama perangkat harus membina hubungan harmonis dengan dinas-dinas terkait turut mengawal usulan program di nagari. Berbekal hubungan baik dengan dinas tersebut, dinas bisa saja mengajukan program dan kegiatan dari dana yang ada di dinas tersebut untuk nagari.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]