Bank Nagari Cabang Painan Dorong Percepatan Pembangunan Bidang Pariwisata Melalui Aplikasi E-Retribusi


Rabu, 03 Maret 2021 - 04:05:45 WIB
Bank Nagari Cabang Painan Dorong Percepatan Pembangunan Bidang Pariwisata Melalui Aplikasi E-Retribusi Istimewa

PESSEL, HARIANHALUAN.COM - Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dijadikan oleh Bank Indonesia (BI) sebagai lokasi pilot project Championship Award tahun 2021. Tentang pembayaran non tunai Elektronik Transaksi Pemda (ETP) melalui aplikasi inovasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Pilot projek melalui kerjasama Bank Nagari Cabang Painan dengan Pemkab Pessel itu adalah dalam bentuk pengembangkan aplikasi e-retribusi pada semua kawasan wisata unggulan di daerah itu. Untuk tahap awal, penerapan aplikasi e-retribusi itu akan dilakukan di kawasan wisata Air Terjun Bayang Sani, di Kecamatan Bayang Utara. Dan itu sesuai dengan kesiapan pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga setempat.

Baca Juga : Percepat Transaksi APBD Secara Non Tunai, Bupati Agam Tandatangani SK TP2DD

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Demikian disampaikan Pimpinan Cabang (Pimca) Bank Nagari Painan, Heri Fitrianto, dengan didampingi Pemimpin Seksi Kredit Komersil, Davit Fernando, dan Marketing Officer Syariah, Ade Putra. Dijelaskannya bahwa aplikasi e-retribusi itu di samping mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), juga berdampak positif terhadap keakuratan pemasukan dari sektor pariwisata yang saat ini terus menggeliat di Pessel.

Baca Juga : Kota Padang Panjang Terima Penghargaan TP2DD di FEKDI

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

"Kalau dari segi kesiapan, kita dari Bank Nagari Cabang Painan telah cukup matang dan bisa dikembangkan pada semua kawasan wisata unggulan yang ada di Pessel. Namun untuk tahap awal pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, memulai dulu dari objek wisata Air Terjun Bayang Sani di Kecamatan Bayang Utara," katanya, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga : Kota Padang Panjang Punya Pojok Statistik Pertama di Indonesia

Dia juga menjelaskan bahwa Bank Indonesia (BI) menargetkan Pessel sebagai percontohan sistem pembayaran secara non tunai. Hal itu dilakukan melalui e-retribusi inovasi QRIS pada kawasan wisata, yang sekaligus dijadikan sebagai pilot projek.

"Karena pilot project, sehingga dukungan pemerintah daerah melalui instansi terkait sangat diharapkan. Tentunya agar program ini bisa sukses dan tercapai sesuai dengan yang kita targetkan sebelum lebaran Idul Fitri tahun 2021 ini," jelasnya.

Baca Juga : Tak Perlu Legalisir, 18 Dokumen Kependudukan Gunakan Tanda Tangan Elektronik

Lebih jauh dijelaskan bahwa melalui kerjasama pengembangan e-retribusi itu, pihaknya lah yang akan melengkapi berbagai sarana pembayaran inovasi QRIS pada kawasan wisata tersebut. Program Pemkab Pessel dalam menerapkan pembayaran secara non tunai memang sangat sejalan dengan visi misi Bank Nagari sebagai bank pembangunan daerah.

"Berdasarkan hal itu, sehingga saya memiliki program bagaimana di daerah ini memiliki kampung QRIS, yang khusus melayani transaksi non tunai. Untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat, maka kami melakukan berbagai promosi sistem transaksi QRIS tersebut," jelasnya.

QRIS merupakan media sistem pembayaran melalui QR code yang telah terstandar nasional untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking. Inovasi itu bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam bertransaksi dan dapat terawasi oleh regulator karena sudah satu pintu.

"Inovasi ini juga dapat mencegah penularan wabah Covid-19, karena nasabah tidak bersentuhan langsung dengan uang saat bertransaksi dan cukup menggunakan aplikasi yang ada," terangnya.

Pada kesempatan itu dia juga menjelaskan bahwa tahun 2021 ini Bank Nagari Cabang Painan menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 41,5 miliar.

"Dari jumlah itu, yang telah tersalur hingga Februari 2021 sebesar Rp 15 miliar. Untuk memaksimalkan target itu, sehingga kita dalam setiap kesempatan selalu melakukan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD). Tentunya dengan para pelaku usaha di semua kecamatan dengan juga melibatkan perangkat daerah terkait," terangnya.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Merinda Faradianti
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]