Dear Ibu-ibu, Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi


Rabu, 03 Maret 2021 - 10:17:55 WIB
Dear Ibu-ibu, Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi Ilustrasi emas antam

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pada perdagangan hari ini, Rabu (3/3/2021), harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam mengalami kenaikan. Artinya, sepanjang pekan ini harga emas Antam belum pernah turun. Rinciannya naik di awal pekan dan hari ini, serta stagnan kemarin.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia,com, harga emas sataun 1 gram naik Rp 5.000 atau 0,54% ke Rp 928.000/batang. Sementara satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan dibanderol Rp 87.012.000/batang atau Rp 870.120/gram juga naik Rp 5.000 atau secara persentase 0,58%.

Baca Juga : Investor China Bakal Buka Tambang Batu Bara

Emas Batangan    Harga per Batang    Harga per Gram
0,5 Gram               Rp 514.000              Rp 1.028.000
1 Gram                  Rp 928.000              Rp 928.000
2 Gram                  Rp 1.796.000           Rp 898.000
3 Gram                  Rp 2.669.000           Rp 889.667
5 Gram                  Rp 4.415.000           Rp 883.000
10 Gram                Rp 8.775.000           Rp 877.500
25 Gram                Rp 21.812.000         Rp 872.480
50 Gram                Rp 43.545.000         Rp 870.900
100 Gram              Rp 87.012.000         Rp 870.120
250 Gram              Rp 217.265.000       Rp 869.060
500 Gram              Rp 434.320.000       Rp 868.640
1000 Gram            Rp 868.600.000       Rp 868.600

Dikutip dari CNBC Indonesia, kenaikan harga emas Antam pada hari ini dipicu oleh menguatnya harga emas dunia pada perdagangan Selasa kemarin. Melansir data Refinitiv, harga emas dunia kemarin menguat 0,83% ke 1.738,08/troy ons, menjadi penguatan pertama dalam 5 perdagangan terakhir.

Baca Juga : Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Lubuk Buaya Padang Mulai Normal

Yield obligasi (Treasury) dan indeks dolar AS yang menurun menjadi pemicu kenaikan harga emas dunia.

Yield Treasury AS mulai menurun setelah mencapai level 1,6% pekan lalu. Kemarin, yield Treasury tenor 10 tahun turun 3,92 basis poin ke 1,4068%. Dalam 3 hari perdagangan, yield Treasury total sudah turun 10,8 basis poin.

Baca Juga : Batam Night Market Bangkitkan Ekonomi UMKM Terdampak Pandemi

Treasury sama dengan emas merupakan aset aman (safe haven). Bedanya Treasury memberikan imbal hasil (yield) sementara emas tanpa imbal hasil. Dengan kondisi tersebut, saat yield Treasury terus menanjak maka akan menjadi lebih menarik ketimbang emas. Alhasil emas dunia pun jeblok.

Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,29% di akhir perdagangan Selasa kemarin. Dolar AS tertekan akibat ekspektasi cairnya stimulus fiskal dalam waktu dekat.

Baca Juga : Bank Nagari Serahkan Hadiah untuk Pemenang Lomba Karya Tulis Jurnalistik

Rancangan undang-udang (RUU) stimulus fiskal US$ 1,9 triliun sudah disetujui oleh House of Representative (Dewan Perwakilan Rakyat/DPR) AS dan saat ini berada di Senat. Partai Demokrat di Senat berusaha meloloskan RUU tersebut pada pekan depan dan diserahkan ke Presiden Joseph 'Joe' Biden agar ditandatangani sebelum tanggal 14 Maret, saat stimulus fiskal yang ada saat ini berakhir.

Ekspektasi cairnya stimulus fiskal tersebut membuat indeks dolar AS melemah pada perdagangan Selasa, dan mengakhiri penguatan 3 hari beruntun.

Saat stimulus fiskal cair, jumlah uang yang beredar di perekonomian AS akan bertambah, secara teori dolar AS akan melemah.

Namun, kemampuan emas untuk melanjutkan kenaikan masih diragukan. Sebab pada hari ini, harga emas dunia kembali terkoreksi ke 0,35% ke US$ 1.731,97/troy ons. Padahal stimulus fiskal juga merupakan bahan bakar utama emas untuk menanjak.

Dengan kemungkinan cairnya stimulus tersebut dalam waktu dekat, dan emas masih sulit menguat, tentunya memberikan keraguan akan berlanjutnya penguatan emas dunia. Ketika emas dunia sulit menguat, harga emas Antam juga akan bernasib sama. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : CNBC Indonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]