Menkes Tinjau Kegiatan Vaknsinasi 500 Pengurus MUI Pusat


Rabu, 03 Maret 2021 - 13:00:59 WIB
Menkes Tinjau Kegiatan Vaknsinasi 500 Pengurus MUI Pusat Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mulai melaksanakan vaksinasi perdana pada Rabu (3/3). Sebanyak 500 pengurus MUI terdiri dari pimpinan harian sampai anggota komisi, badan, dan lembaga mendapatkan vaksin Covid-19. 

Vaksinasi dilaksanakan di halaman parkir MUI Pusat. MUI menyampaikan bahwa peserta vaksinasi dibagi ke dalam masing-masing kelompok yang terdiri dari 30 orang. Setiap kelompok mempunyai jadwal vaksinasi berbeda-beda mulai pagi sampai sore. 

Baca Juga : Sore Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1442 H

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Pusat, Buya Amirsyah Tambunan menyampaikan, vaksinasi di MUI bertujuan memberikan teladan kepada masyarakat. Sehingga mereka tahu ulama di MUI juga divaksin sebagai bentuk hifdzun nafs.

"Hari ini MUI melakukan vaksinasi perdana dengan peserta 500 orang. Tujuan vaksinasi ini, pertama, merupakan ikhtiar pencegahan penyebaran Covid-19 sehingga dapat memutus mata rantai penularan Covid-19. Kedua, ini juga sebagai contoh yang baik (qudwah hasanah) bagi masyarakat umum," kata Buya Amirsyah melalui pesan tertulisnya, dilansir Republika, Rabu (3/3).

Baca Juga : Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19, BLT dan Bansos Harus Disiapkan

Ia berharap, setelah vaksinasi di MUI Pusat, selanjutnya akan ada vaksinasi terhadap pengurus MUI se-Indonesia. Vaksinasi di MUI hari ini juga akan ditinjau langsung oleh Menteri Kesehaatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

"Harapannya agar Kementerian Kesehatan dapat memfasilitasi vaksinasi secara lengkap," ujarnya.

Baca Juga : Hari Ini Buruh Bakal Demo Besar-besaran di Depan MK, Polda Metro Jaya: Rekayasa Lalin Situasional

Sekretaris Tim Nasional Peduli Covid-19 MUI, M Ziyad menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi dimulai pukul 08.00 WIB. Tim vaksinator berasal dari Puskesmas Menteng, Rumah Sakit Haji, dan satu Mini ICU dari Rumah Sakit Islam Jakarta.

"Kami akan membagi gelombang dari peserta vaksin, yang kalau kita hitung menurut menjelasan, satu jam itu ada meja pendaftaran, kemudian ada meja screening, di tempat screening tersebut akan ada enam belas pertanyaan terkait riwayat penyakit,” ujarnya.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Kritisi Kebijakan Pemerintah Soal Alih Fungsi Lahan

Ziyad mengatakan, vaksinasi ini akan aman karena bagi yang punya riwayat penyakit jantung, asma, darah tinggi, maupun struk diharapkan untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokternya. Apabila dokter langganan menyetujui divaksin, maka diperbolehkan untuk mengikuti vaksin. Pasca vaksinasi selesai, para peserta diminta menunggu setengah jam untuk melihat adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) atau tidak.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : republika
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]