Tindaklanjuti Kasus Aborsi Dua Pasangan Mahasiswa, Polisi Bongkar Makam Janin


Rabu, 03 Maret 2021 - 14:06:29 WIB
Tindaklanjuti Kasus Aborsi Dua Pasangan Mahasiswa, Polisi Bongkar Makam Janin Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pihak kepolisian membongkar makam janin dua pasangan remaja yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Dua pasangan remaja berstatus mahasiswa itu tega melakukan aborsi hasil dari hubungan haram.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda membenarkan upaya pembongkaran itu. Diakuinya, pembongkaran dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi janin.

Baca Juga : Gempa Jatim, Presiden Perintahkan Jajarannya Temukan Korban yang Tertimbun Reruntuhan

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di harianhaluan.com

"Ini merupakan proses dari tindak lanjut kasus aborsi kemarin. Makam janin dibongkar untuk mengecek kondisinya. Selanjutnya dikuburkan kembali," katanya, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga : BNPB Tegaskan Gempa Malang Bukan Termasuk Megathrust, Tapi Zona Beniof

Diakuinya, pembongkaran di dua lokasi yakni kawasan Kecamatan Pauh dan Kecamatan Nanggalo Kota Padang.

Diketahui, proses pencarian janin yang dilakukan di Kecamatan Pauh, pihak kepolisian belum berhasil menemukan lokasi janin dikuburkan.

Baca Juga : Minibus Terjun ke Sungai di Agam, Ini Nama-nama Korban

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di harianhaluan.com

Sementara pencarian lokasi janin di Kecamatan Nanggalo saat ini masih berlanjut. Dalam pencarian, telah dikerahakan Tim INAFIS Polresta Padang serta petugas kesehatan dari Biddokkes Polda Sumbar. 

Baca Juga : Sedang Nongkrong, Warga di Padang Dilempari Gerombolan Bersepeda Motor

Diberitakan sebelumnya, polisi juga telah menetapkan sepasang suami istri sebagai tersangka. Pasutri ini merupakan tersangka ini adalah pemilik apotek Indah Farma di Jalan Ksatria, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Kota Padang. 

Kedua tersangka ini menyediakan obat aborsi tanpa izin dan resep dokter. Penyelidikan yang dilakukan polisi, diduga sudah ratusan remaja yang telah memesan obat aborsi sejak apoteknya beroperasi.

Keduanya diancam dengan pasal 194 juncto (Jo) pasal 196 undang-undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Kemudian pasal 77 ayat (1) undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 10 tahun penjara.(*)
 

Reporter : Buliza Rahmat | Editor : Nova Anggraini
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]