Sempat Terhenti, Pembangunan Monumen Bela Negara Segera Dilanjutkan


Rabu, 03 Maret 2021 - 22:18:34 WIB
Sempat Terhenti, Pembangunan Monumen Bela Negara Segera Dilanjutkan Kemenko Polhukam melalui Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa, Janedjri M Gaffar bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat menggelar rapat pembahasan dasar hukum percepatan penyelesaian pembangunan monumen bela negara di provinsi Sumbar di Jakarta.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengemukakan, bahwa kelanjutan pembangunan monumen bela negara ini merupakan keinginan masyarakat Sumbar yang sudah lama. Masyarakat bahkan telah menghibahkan tanah 50 hektare (ha) untuk pembangunan ini, sejak tahun 2012. Jadi sudah 9 tahun terhenti pembangunannya.

“Ini harapan kita semua dan karena itu kami menyambut baik kelanjutan pembangunan monumen bela negara ini. Dengan pertemuan hari ini yang dikoordinasikan oleh Kantor Menko Polhukam untuk membahas Inpres agar sungguh-sungguh terlaksana secara dengan melibatkan para kementerian dan lembaga terkait,” ujar Mahyeldi, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga : Prakiraan Cuaca Sumbar 17-19 April, Simak Wilayah yang Diperkirakan Hujan

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Mahyeldi mengungkapkan, bawah pemerintah daerah dan masyarakat Sumbar kembali memiliki optimisme baru. Apalagi, masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) adalah hal yang sangat monumental bagi masyarakat Sumbar.

Monumen yang terbengkalai sejak awal ingin mulai dibangun pada 2006 ini, rencananya akan dibangun di Lokasi Monumen Bela Negara di Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, dengan luas lahan sekitar 50 Ha.

Baca Juga : Wabup Pessel Resmikan Masjid Ar-Rahman Rawa Bubur Tapan

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Serta Lokasi Tugu Bela Negara berada di tiga tempat, yaknu Halaban Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Bukittinggi dan Bidar Alam Kabupaten Solok Selatan.

Rancangan Inpres tersebut bernama Inpres Percepatan Penyelesaian Pembangunan Monumen Bela Negara di Provinsi Sumatera Barat, yang berisikan antara lain mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing Kementerian dan Lembaga serta Provinsi dan Kabupaten/Kota secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Monumen Bela Negara di Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Sebelumnya diberitakan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar siap membantu penganggaran kelanjutan pembangunan Monumen Nasional (Monas) Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) atau Bela Negara di Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Sehingga nantinya monas kebanggaan masyarakat Limapuluh Kota itu bisa menjadi wadah untuk pelatihan bela negara.

"Ada anggaran untuk masalah itu (kelanjutan monas PDRI), kalau gak diusulkan (ke DPRD) ya tida ada anggaran dong. Anggaran itu kan bersama-sama, tidak hanya tugas DPRD tapi juga tugas Pemprov," kata Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat ditemui awak media beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Supardi menyarankan agar Pemprov Sumbar mengusulkan anggaran kelanjutan monas PDRI kepada DPRD. Pasalnya kata di, DPRD selalu memperhatikan hal-hal yang bersifat urgent, jikapun nanti Bapemperda-nya sudah ditetapkan namun masih ditambah.

"Sebetulnya tidak ada masalah, kan hal biasa juga. Ada perda yang masuk ke DPRD kita tolak, banyak itu. Kalau pun tidak ada anggaran nanti, kita cari bersama-sama anggarannya," tegas Supardi. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]