Padamkan Karhutla, Personal Gabungan Bermalam di Hutan


Rabu, 03 Maret 2021 - 23:40:16 WIB
Padamkan Karhutla, Personal Gabungan  Bermalam di Hutan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kampung Busur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak ,Provinsi Riau. (Ist-Haluanriau.co)

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di Kecamatan Kempas, Indragiri Hilir, Provinsi Riau,  tidak mudah dipadamkan. Personil gabungan hingga saat ini masih melakukan pemadaman

"Dari awal terjadi Karhutla di wilayah Kempas, saya turun ke lokasi. Semua kekuatan kami kerahkan," sebut Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan, seperti dilansir Antaranews.com, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga : Paket Sembako Dibagikan Lanal Ranai untuk Warga Teluk Buton

Ia mengaku agar api tidak meluas personil gabungan harus mendirikan tendadi lahan masyarakat yang tidak jauh dari lokasi karhutla.

"Ini sudah masuk malam keempat kami bermalam di lokasi," kata jebolan AKPOL tahun 2001 ini.

Dia mengatakan, dengan menginap di hutan pemadaman titik api lebih cepat dilakukan karena akses ke lokasi sangat jauh dan sulit ditempuh.

"Lokasi jauh dijangkau, makanya kita menginap. Dari Polres dua sampai tiga jam melalui jalan tanah. Apalagi, terkadang api yang sudah kita padamkan bisa naik kembali ditiup angin," ucapnya.

Dia menyebutkan, personel yang diterjunkan sebanyak 141 personil gabungan untuk pemadaman api. Belum dipastikan sampai kapan polisi akan tidur di lahan tanah gambut tersebut.

"Nginap (di hutan) sampai clear api dan asapnya. Dari TNI, BPBD, MPA dari pihak perusahaan setempat dan dari pemerintah. Kami semuanya menginap di sini," sebutnya.

Meski pemadaman api sulit dilakukan, upaya keras petugas membuahkan hasil. Sebagian besar titik api sudah berhasil dipadamkan.

"Beberapa titik api sudah padam, kita lanjutkan pendinginan," sebutnya.

Dia juga mengatakan bahwa kawasan lahan yang terbakar merupakan gambut dan semak belukar. Kedalaman gambut mencapai dua sampai tiga meter, yang terus mengeluarkan asap. Hal ini tentunya sangat menyulitkan petugas memadamkan api.

"Kendala kita, cuaca juga panas, angin kencang sering berubah arah, sumber air yang jauh," katanya.

Upaya pemadaman, sambung dia, menggunakan beberapa mesin pompa air. Namun, pemadaman juga dilakukan dengan manual.

"Pemadaman manual berjalan kaki dan pakai sepeda motor menjangkau titik api. Alat manual yang digunakan parang, tas air dan ranting kayu," sebutnya.

Upaya keras petugas ini untuk menekan penyebaran asap karhutla. Karena saat ini beberapa wilayah sudah dilanda kabut asap.

"Kami akan terus berupaya maksimal menanggulangi karhutla ini. Dan kita berdoa hujan segera turun di lokasi supaya api cepat padam. Kemudian imbauan kami ke masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar," tutupnya. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Antaranews.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]