30 Persen Lebih Cepat Sebabkan Kematian, Epidemiolog Ingatkan Ancaman Corona B117


Kamis, 04 Maret 2021 - 08:52:27 WIB
30 Persen Lebih Cepat Sebabkan Kematian, Epidemiolog Ingatkan Ancaman Corona B117 Epidemiolog, Dicky Budiman.

HARIANHALUAN.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengumumkan 2 warga Kabupaten Karawang positif virus Corona varian baru B117. Epidemiolog Griffith Universiy Australia, Dicky Budiman menyebut ancaman virus Corona B117 ini cukup serius.

"Apalagi ancaman stain baru ini (B117) sangat serius. Tahun 2021 ini bisa saya sebut sebagai tahun lahirnya banyak strain baru," ujar Dicky dikutip dari detikcom, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga : Komisi VII DPR Mulyanto: Harga Listrik di Indonesia Sudah Mahal dan Tak Perlu Dinaikkan Lagi

Menurut Dicky, virus Corona B117 lebih cepat menular ketimbang COVID-19 yang sudah lama menyebar di Indonesia. Tingkat kematiannya pun cukup tinggi.

"30% lebih cepat menyebabkan kematian karena virologinya tinggi," jelas Dicky.

Baca Juga : Ungkap Alasan Disuntik Vaksin Nusantara, Aburizal Bakrie: Saya Utang Nyawa ke Terawan

Dicky menjelaskan virus Corona B117 bisa menyebar di Indonesia karena kemampuan testing dan tracing yang tidak memadai. Selain itu, isolasi karantina di Indonesia juga dinilai terlalu sebentar.

Sebagai contoh, terang Dicky, Italia memiliki masa waktu karantina lebih dari 10 hari, sedangkan di Indonesia hanya beberapa hari saja.

Baca Juga : Tak Hanya TMII, Sejumlah Aset Negara Ini juga Bakal Disita dari Anak Soeharto

"(Indonesia) tidak ketat karantina, kita hanya 5 hari. Jadi kita harus merujuk pada negara-negara yang berhasil mengendalikan pandemi," ungkap Dicky.

Dicky meminta pemerintah dan warga untuk fokus memperketat 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas.

Baca Juga : Soal Pengamanan 'Wali Kota Serasa Presiden', Menantu Jokowi akan Perbaiki Hubungan dengan Jurnalis

"(Jika) kita tidak menerapkan 5M, hanya 3M saja, kita namanya menggali lubang kubur sendiri," jelasnya.

"Saya kira masker nggak bisa satu lapis masker kain minimal dua lapis, kalau bisa tiga lapis. Masker bedah pun harus ditambah, apa dengan ada lapisan lain masker kain atau tambah face Shield. Kalau saya masker harus ditambah ya layernya. Kemudian jaga jaraknya harus minimal 2 meter," imbuh Dicky.

Dinkes Karawang mengungkapkan dua perempuan itu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab Saudi.

Data disampaikan Dinkes Karawang, dua orang itu inisial M (40), warga Kecamatan Lemah Abang, dan inisial A (45), warga Kecamatan Pedes. Pihaknya belum mengetahui pekerja M dan A di Arab Saudi.

"Untuk pekerjaannya, kami tidak tahu jelasnya, yang pasti bekerja sebagai TKI di Arab Saudi," kata Plt Kadinkes Karawang Nanik Jodjana, Rabu (3/3/2021). (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]