Ilegal Fishing, 21 Lagi Kapal Asing Segera Ditenggelamkan


Kamis, 04 Maret 2021 - 17:44:37 WIB
Ilegal Fishing, 21 Lagi Kapal Asing Segera Ditenggelamkan Ilustrasi. Kapal Coast Guard China di perairan Natuna Utara beberapa waktu lalu.(ANTARA FOTO/HO/Dispen Koarmada I-CNNI).

BATAM,HARIANHALUAN.COM-Sepuluh kapal Asing yang tetangkap melakukan ilegal fishing di perairan Provinsi Kepri, dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan, Kamis (4/3/21).

Selain 10 kapal asing itu, masih ada 21 kapal lain yang telah inkrah yang direncanakan dimusnahkan di beberapa lokasi Indonesia.

Baca Juga : Bank Nagari Serahkan Hadiah untuk Pemenang Lomba Karya Tulis Jurnalistik

Kapal-kapal illegal fishing tersebut diantaranya di wilayah Natuna ada sebanyak 9 unit kapal, di wilayah Pontianak ada 4 kapal. Selain itu, diwilayah Lampulo ada 2 unit kapal, selanjutnya di wilayah Sebatik-Nunukan 1unit kapal, di wilayah Bitung 1 kapal dan diwilayah Merauke 3 kapal serta di wilayah Batam 1 kapal, di bawah penguasaan Kejari Karimun.

Penenggelaman kapal illegal fishing sebelumnya sudah dilakukan oleh Susi Pudjiastuti saat masih menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019. Namun, kebijakan ini sempat terhenti di era kepemimpinan Edhy Prabowo.

Baca Juga : Lagi, Tiongkok akan Investasi 1,38 Miliar Dolar AS di Indonesia

Sementara di era Susi, berdasarkan data dari KKP, sejak 2015 hingga September 2019, tercatat ada 558 kapal illegal fishing yang ditenggelamkan.

“Penenggelaman dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Batam sebagai eksekutor terhadap 10 kapal pelaku illegal fishing. Penenggelaman ini merupakan upaya KKP dan Kejaksaan Agung untuk memberantas illegal fishing,” ujar Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar kepada wartawan, seperti dikutip Haluanriau.co, Kamis (4/3/21).

Baca Juga : PDKT jadi Proker UPTD Metrologi Disperindagkop dan UKM Pariaman

Antam juga menjelaskan, 10 kapal yang ditenggelamkan ini terdiri dari 8 unit kapal berbendera Vietnam yaitu KG 95786 TS, BD 30919 TS, BD 30942 TS, KG 94376 TS, KG 94654 TS, TG 9481 TS, TG 9437 TS, sedangkan 2 unit kapal berbendera Malaysia yaitu SLFA 4654 dan Karang 6.

Oleh karenanya, Antam pun mengapresiasi jajaran Kejaksaan Agung baik yang berada di pusat maupun daerah atas dukungannya dalam pemberantasan illegal fishing. Bahkan dibawah kepemimpinan Menteri Trenggono, KKP tetap berada dalam posisi untuk tidak berkompromi terhadap pelaku illegal fishing.

Baca Juga : Keren, Pasar Teluk Uma Nominator Juara Nasional

“Jadi, diharapkan penenggelaman kapal ini memberikan efek gentar (deterrent effect) bagi kapal-kapal asing yang masih berani mencuri di perairan kita,” tegas Antam.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Polin Octavianus Sitanggang menyampaikan, bahwa untuk pemusnahan barang bukti ini dilakukan dalam dua tahap yaitu hari Rabu (4/3) dan Kamis (5/3). Untuk hari Rabu, ada 4 kapal sedangkan pada Kamis ada 6 kapal di perairan Galang, Batam.

“Jadi untuk prosesnya penenggelaman, kapal itu dilubangi bagian lambung dan diisi dengan air dan pemberat lainnya agar gampang tenggelam. Mudah-mudahan ini bermanfaat menjadi rumah ikan,” ujarnya.

Eksekusi penenggelaman terhadap 10 unit kapal illegal fishing ini setelah statusnya inkrah atau berkekuatan hukum tetap di pengadilan. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluankepri.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]