Delapan Personel Polda Sumbar Diberhentikan, Kapolda: Polisi Itu harus Humanis 


Kamis, 04 Maret 2021 - 18:56:13 WIB
Delapan Personel Polda Sumbar Diberhentikan, Kapolda: Polisi Itu harus Humanis  Upacara PDTH yang digelar di Mapolda Sumbar.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Polda Sumatera Barat melakukan upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Sebanyak delapan personel yang diberhentikan ini dikarenakan berbagai persoalan. Upacara ini merupakan salah satu wujud dan bentuk realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi tegas, berupa punishment atau hukuman bagi anggota yang melakukan pelanggaran maupun Kode Etik Kepolisian.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto selaku inspektur upacara mengatakan, upacara pemberhentian tidak dengan hormat terhadap personel Polri Polda Sumatera Barat ini telah melalui penilaian dari beberapa asas, seperti asas kepastian status terhadap anggota yang melakukan pelanggaran dan kode etik.

Baca Juga : Denda Pelanggar AKB di Sumbar Terkumpul Rp90 Juta

Simak berita terkini Sumbar di harianhaluan.com

"Asas kemanfaatan bagi organisasi dan anggota Polri terhadap pemberhentian dengan tidak hormat tersebut, kemudian asas keadilan memberikan reward kepada personel yang berprestasi dan memberikan punishment (hukuman) kepada personel yang melakukan pelanggaran baik disiplin maupun kode etik," katanya, Kamis (4/3/2021).

Dikatakannya, perlu kita ketahui bersama disamping tugas dan peran Polri melayani masyarakat pasti ada oknum personel Polri yang tidak memahami tanggung jawab sebagai abdi masyarakat. "Adanya perilaku yang menyimpang dari aspek disiplin dan kode etik bhayangkara yang akhirnya tidak dapat dipertahankan," ujarnya.

Baca Juga : Sumbar akan Bangun Flyover Sitinjau Lauik, Tahun Ini Mulai Urus Izin Lahan dan Hutan Lindung

Simak juga berita terbaru Sumbar di harianhaluan.com

Disebutkan Kapolda, data personel Polda Sumatera Barat yang diberhentikan dengan tidak hormat pada tahun 2019 berjumlah 11 personel. Tahun 2020 berjumlah 24 personel dan awal tahun 2021 berjumlah 1 personel. "Dari data tersebut, telah terjadi peningkatan personel Polri yang diberhentikan Tidak Dengan Hormat (PTDH), bila dibandingkan antara tahun 2019 dan tahun 2020 dengan peningkatan sebesar 100 persen lebih," jelasnya.

Sebagian besar persoalan yang terjadi, kata Kapolda, adalah penyalahgunaan narkoba yang berimplikasi pada penurunan kedisiplinan dan produktifitas kerja. "Ini adalah tantangan besar bagi Kepolisian Daerah Sumatera Barat dimana selain memberantas peredaran narkoba secara external, juga harus memberantas peredaran narkoba dari internal Polri itu sendiri," jelas Kapolda Sumbar.

Baca Juga : Dua Kecamatan di Dharmasraya Masuk Zona Hijau

Kemudian katanya, selain bahaya narkoba yang selalu mengawasi, pola hidup yang menyebabkan kesulitan bagi diri sendiri juga harus dihindari, budaya hedonisme, investasi bodong, perselingkuhan, kepemilikan senjata api ilegal, terlibat mafia hukum dan masih banyak potensi kejahatan lainnya. "Jadikan upacara ini sebagai bahan intropeksi diri dan cerminan agar menjadi pribadi yang baik serta bermanfaat bagi masyarakat," harapnya.

Kedelapan personel yang di PTDH tersebut diketahui tidak ikut hadir dalam proses upacara ini (in absentia). Petugas dari Provost tampak memegang foto dari masing-masing personel yang di PTDH. Upacara yang dijalankan dengan memperhatikan protokol kesehatan ini dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, Pejabat Utama Polda Sumbar dengan peserta upacara personel Polda Sumbar. (*)

Baca Juga : Belasungkawa dari Pegawai sampai Pimpinan DPRD Solsel, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Meninggal

Reporter : Agoes Embun | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]