Terlibat Korupsi, Manager Koperasi di Padang Ditetapkan Sebagai Tersangka


Kamis, 04 Maret 2021 - 19:27:00 WIB
Terlibat Korupsi, Manager Koperasi di Padang Ditetapkan Sebagai Tersangka ilustrasi korupsi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Manager Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT Pegambiran Ampalu Nan XX berinisial DSD (38) ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Padang Sumatera Barat (Sumbar).

Diketahui, atas jabatannya sebagai manager, DSD menerima gaji dari Pemerintah Kota (Pemkot) Padang. Hal itu dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri Padang Ranu Subroto. Disebut Ranu, perbuatan itu dilakukan tersangka pada 2013 silam.

Baca Juga : Jalan Inhu-Kuansing Rusak Parah, Gubernur dan Anggota Dewan Diminta Peduli

Kemudian, penyelidikan sudah berjalan sejak 30 September 2020 dan dinaikkan ke tingkat penyidikan pada 10 November 2020. "Modusnya adalah membuat pinjaman fiktif seolah-olah yang meminjam anggota koperasi dan uang tersebut cair," katanya.

Berdasarkan hasil penyidikan, atas perbuatan tersangka, negara mengalami kerugian sekitar Rp900 juta. "Saat ini, tersangka telah dilakukan penahanan di Rutan Air klas II A Padang dan masih dalam pemrosesan hukum terhadap tersangka," katanya.

Baca Juga : Gegara Kerap Marahi Ibu, Pemuda Ini Tega Bacok Ayah Kandungnya Hingga Tewas

Simak berita terkini Sumbar di harianhaluan.com

Sementara, Kepala Seksi Pidana Khusus Therry Gutama menceritakan kronologis dari pengungkapan kasus tersebut. Dikatakannya, berawal pada 2010 bahwa KJKS itu ada penyertaan modal dari APBD Padang sebesar Rp300 juta, karena keberadaan koperasi bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tidak mampu.

Simak juga berita terbaru Sumbar di harianhaluan.com

"Selain penyelahguanaan keuangan KJKS, juga berakibat tidak disetornya Sisa Hasil Usaha (SHU) ke pihak Kelurahan. Sedangkan, dalam ketentuannya, 10 persen laba per tahun mesti diserahkan ke kelurahan untuk kepentingan pembangunan," katanya lagi.

Baca Juga : Mengaku Bunuh Istrinya tapi Jasad yang Ditemukan Berusia 1.600 Tahun

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 9, juncto (jo) pasal 18 Undang-Undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Reporter : Buliza Rahmat | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]