Kapal Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan, Perkakasnya Jadi Rebutan Nelayan


Kamis, 04 Maret 2021 - 22:52:22 WIB
Kapal Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan, Perkakasnya Jadi Rebutan Nelayan Nelayan rebutan mengambil perkakas kapal yang ditenggelamkan di Perairan Air Raja Galang, Kota Batam. (damri/haluankepri.com)

BATAM,HARIANHALUAN.COM-Para nelayan berebutan  mendapatkan sisa peralatan dari enam  unit Kapal Ikan Asing (KIA), usai acara penenggelaman yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi  Kepri, Kejaksaan Negeri Batam dan PSDKP di perairan Air Raja Galang Batam, Kamis (4/3/2021).

Pantauan haluankepri.com di lokasi, setelah 6 KIA itu semuanya ditenggelamkan, belasan kapal nelayan berdatangan untuk mengambil perkakas kapal yang berserakan diatas air setelah dilakukan penenggelaman tersebut.

Baca Juga : Empat Remaja Bawa Sabu ke Sel Mapolres Pessel, Ditangkap Dong!

Pengambilan perkakas kapal yang dilakukan para nelayan itu menjadi tontonan oleh para tamu undangan yang menyaksikan langsung penenggelaman kapal itu dengan menaiki kapal pengawas perikanan Republik Indonesia milik PSDKP.

Diberitakan sebumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Hari Setiyono mengatakan biaya untuk melakukan penenggelaman Kapal Ikan Asing (KIA) itu memakan waktu, tenaga, pikiran dan biaya yang cukup besar.

Baca Juga : Duh! Istri Marbut di Solsel Digigit Anjing saat Melerai Suami Berkelahi dengan Pemilik

“Biayanya mencapai Rp20 hingga Rp50 juta, tergantung jenis dan besarnya kapal,” ucap Hari Setiyono dan didampingi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Polin Octavianus Sitanggang.

Dikatakan Hari Setiyono, biaya untuk penenggelaman itu macam-macam dan ada perhitungannya. Untuk melakukan perhitungan itu pihaknya tidak sendiri, namun bekerjasama dengan aparat terkait.

Baca Juga : Diduga Gegara Cemburu, Seorang Suami Tega Habisi Istrinya

Kapal yang dimusnahkan itu sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Dari 6 kapal yang dimusnahkan itu kebanyakan adalah kapal berbendera Vietnam.

“Jaksa akan melaksanakan esekusi sesegera mungkin ketika putusan itu telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Untuk melakukan penenggelaman kapal itu juga membutuhkan kerajasama dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Baca Juga : Ratusan Tabung Gas Subsidi 3 Kg Disita Petugas Polsek

Menurutnya, Batam merupakan percontohan, betapa harmonisnya hubungan Kejaksaan dengan aparat penegak hukum yang lainnya. Sehingga eksekusi yang dilaksanakan di Batam ini menjadi contoh untuk diwilayah seluruh Indonesia.

Sekarang ini pemusanahan yang dilakukan di Provinsi Kepri dengan cara ditenggelamkan, karena itu ramah lingkungan terhadap pelaksaaannya.

“Harapannya, setelah kapal itu ditenggelamkan akan menjadi rumpun dan tempat berkumpulnya ikan yang nantinya akan menjadi sumber penghasilan bagi para nelayan disekitar,” pungkasnya. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluankepri.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]