Selandia Baru Diguncang Gempa Bumi 8,1 SR: Peringatan Tsunami Dibunyikan, Warga Diminta Pindah ke Tempat Lebih Tinggi


Jumat, 05 Maret 2021 - 07:18:01 WIB
Selandia Baru Diguncang Gempa Bumi 8,1 SR: Peringatan Tsunami Dibunyikan, Warga Diminta Pindah ke Tempat Lebih Tinggi Ilustrasi

SELANDIA BARU, HARIANHALUAN.COM - Selandia Baru diguncang gempa berkekuatan 8,1 skala Richter, pada Jumat (5/3/2021) pagi, di wilayah Kepulauan Kermadec. Badan darurat Selandia Baru telah memberi tahu penduduk di beberapa daerah untuk menuju tempat yang lebih tinggi.

Menurut Badan Manajemen Darurat Nasional Selandia Baru, gempa berkekuatan 8,1 skala Richter itu adalah gempa ketiga yang melanda daerah itu.

Baca Juga : Ingin Capai Usia 99 Tahun Seperti Pangeran Philip? Intip Pola Makannya

“Orang-orang di dekat pantai harus segera pindah ke tempat tinggi terdekat, keluar dari semua zona evakuasi tsunami, atau sejauh mungkin ke pedalaman. Jangan tinggal di rumah,” tulis badan Selandia Baru di situsnya, seperti dilansir Okezone.

Kepulauan Kermadec berada 500--620 mil timur laut Pulau Utara Selandia Baru. Pantai Timur Pulau Utara dari Teluk Kepulauan ke Whangarei, dari Matata ke Teluk Tolaga termasuk Whakatane dan Opotiki dan Pulau Great Barrier semuanya termasuk dalam peringatan tsunami negara Pasifik tersebut.

Baca Juga : Harry Hadir Sendiri, Ternyata Ini Alasan Meghan Markle Tak Hadiri Pemakaman Pangeran Philip

"Gempa mungkin tidak terasa di beberapa daerah ini, tetapi evakuasi harus segera karena tsunami yang merusak mungkin terjadi," bunyi pernyataan badan tersebut.

"Orang-orang di semua wilayah lain yang merasakan gempa bumi yang panjang atau kuat yang membuat sulit untuk berdiri, atau berlangsung lebih lama dari satu menit, harus segera pindah ke tempat tinggi terdekat, dari semua zona evakuasi tsunami, atau sejauh mungkin ke pedalaman,” lanjut pengumuman itu.

Baca Juga : Giliran Vaksin J&J Ditinjau karena Kasus Pembekuan Darah

Gempa tersebut juga memicu peringatan di Hawaii dan di Samoa Amerika, yang kemudian dibatalkan.

Gempa itu menjadi gempa terbesar yang menyerang di mana pun di dunia sejak Agustus 2018, ketika gempa berkekuatan 8,2 melanda jauh lebih dalam di bawah tanah, juga di Pasifik Selatan, dekat Fiji.

Baca Juga : Milisi Etnis Serang Polisi Myanmar, 10 Orang Dilaporkan Tewas

Hanya sekitar satu atau bahkan tidak ada gempa bumi berkekuatan 8,0 atau lebih besar terjadi setiap tahun. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : okezone.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]