Mengutuk Keras KLB di Sumut, PD Klaim Kantongi Bukti Adanya Money Politics!


Jumat, 05 Maret 2021 - 10:05:58 WIB
Mengutuk Keras KLB di Sumut, PD Klaim Kantongi Bukti Adanya Money Politics! Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Partai Demokrat (PD) mengklaim ada money politics atau politik uang di perhelatan politik yang menamakan diri kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumut. PD juga mengutuk keras KLB yang diduga digelar untuk melengserkan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. 

"Peserta kongres yang diklaim sudah 1.200 orang itu bukanlah pemilik suara sah. Banyak bukti dan pengakuan dari kader yang bukan pemilik suara, yang ditawarkan insentif money politics asalkan bersedia hadir, dan akan dianggap mewakili kabupaten/kota/provinsi itu," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya, Jumat (5/3/2021), dikutip dari detikcom.

Baca Juga : Daftarkan Logo Partai atas Nama SBY, Ketua DPC PD Dharmasraya: Cegah Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

Herzaky menyebut rencana pelaksanaan KLB itu ilegal atau bodong. Selain itu, dia menyebut para pemilik suara sah yang enggan hadir mendapat ancaman.

"Berdasarkan penuturan para kader dan pemilik suara sah yang diancam karena menolak hadir, merupakan bentuk kesewenang-wenangan oknum kekuasaan yang menyalahgunakan kekuasaan dan kemampuan finansialnya untuk merebut paksa kursi Ketua Umum PD dari Ketua Umum PD yang sah berdasarkan hasil Kongres V Tahun 2020," sebut Herzaky.

Baca Juga : DPC Partai Demokrat Dharmasraya Sampaikan Surat Pengaduan dan Perlindungan Hukum ke Polres Setempat

"Oknum kekuasaan tersebut bekerja sama dengan mantan-mantan kader yang bergerak atas dorongan insentif money politics, jabatan, dan proyek, seperti yang dituturkan para kader yang menolak hadir," imbuhnya.

Para pelaku GPK-PD, istilah kudeta terhadap AHY, kata Herzaky, selalu menggunakan tipu daya dengan menebar kabar bohong seakan-akan banyak pemilik suara yang mendukung serta ada penjabat penting DPP Partai Demokrat yang mendukung KLB. Herzaky menyebut pola ini sedari awal diterapkan saat para pelaku mencatut nama Presiden Joko Widodo dan sejumlah anggota kabinet.

Baca Juga : Terjun ke Politik, Athari Gauthi Ardi: Ingin Kampung Seperti Jakarta

"Padahal, kenyataannya, yang hadir bukanlah pemilik suara. Melainkan hanya kader atau mantan kader yang dibuat seakan-akan pemilik suara sah dan mewakili kota, kabupaten, atau provinsi tertentu," jelas Herzaky.

Salah satu aktor KLB PD, Darmizal, menyatakan ada 1.200 peserta yang akan hadir. Dia menyebut Kepala KSP Moeldoko yang akan jadi ketua umum PD ke depan.

Baca Juga : Ada Gerakan Mau Kudeta Cak Imin dari Kursi Ketum PKB, Benarkah?

"(Insya Allah) KLB dilaksanakan pada Jum'at siang (5 Maret 2021). Peserta yang sudah menyatakan siap hadir sebanyak 1.200 orang. Terdiri DPC, DPD, Organisasi Sayap dan semua tamu undangan," kata Darmizal dalam keterangan tertulis, Jumat (5/3).

Dalam pernyataan tertulis ini, Darmizal mengklaim Moeldoko bakal menjadi Ketua Umum baru yang menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Suara yang diberikan, ungkapnya, kemungkinan akan menjadi suara mayoritas kader. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]