Inggris Temukan Lagi 16 Kasus Varian Baru COVID-19, Mengandung Mutasi E484K


Jumat, 05 Maret 2021 - 13:25:49 WIB
Inggris Temukan Lagi 16 Kasus Varian Baru COVID-19, Mengandung Mutasi E484K Inggris saat ini punya 8 varian baru virus Corona dalam pengawasan

HARIANHALUAN.COM - Para peneliti Inggris telah menemukan adanya 16 kasus baru dari mutasi varian Corona yang mirip dengan varian yang ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil. Saat ini, varian baru Corona dengan mutasi E484K itu tengah dalam pengawasan Public Health England (PHE) dan diidentifikasi sebagai variant under investigation (VUI).

Dikutip dari detik.com, kasus varian baru ini pertama kali ditemukan di Inggris pada 15 Februari lalu. Menurut para ahli, mutasi E484K dapat membantu virus menghindari imunitas yang didapat dari vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

Baca Juga : Ini Mobil Pengangkut Jenazah Pangeran Philip, Sudah Dipersiapkan Sejak 2016

Sementara itu, 16 orang yang positif terpapar varian baru ini dan semua orang yang pernah berhubungan langsung dengan ke-16 orang tersebut sedang menjalani isolasi. Lebih lanjut, PHE mengatakan bahwa kasus dari varian mutasi E484K telah menyebar di Inggris dan pemeriksaan massal untuk mengidentifikasi varian ini tidak diperlukan.

Dengan adanya varian baru dengan mutasi E484K ini, Inggris saat ini memiliki total delapan varian yang berada dalam pengawasan, yakni empat variant under investigation (VUI) dan empat variant of concern (VOC).

Baca Juga : Waduh! WHO Sebut Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari kata Usai

Baru-baru ini, pemerintah Inggris sedang dalam pencarian orang yang diketahui terinfeksi dengan varian asal Brasil. Menurut laporan, sebanyak 379 rumah di bagian tenggara Inggris telah diperiksa dan lima area di South Gloucestershire akan menjalani pemeriksaan COVID-19, termasuk orang-orang yang tidak mengalami gejala.

Di sisi lain, terdapat orang yang terinfeksi varian asal Brasil tersebut dan menjalani pemeriksaan mandiri, namun tidak melengkapi rincian kontaknya. Menurut Sekretaris Kesehatan Matt Hancock, kejadian seperti ini hanya terjadi pada sekitar 0,1 persen pemeriksaan.

Baca Juga : Mrs World, Kontes Kecantikan Khusus Wanita Bersuami yang Sempat Bikin Heboh

Sementara terkait virus yang terus bermutasi, hal ini merupakan peristiwa yang biasa. Sebab, virus akan terus berubah dan bermutasi untuk terus berkembang dan menyebar. Hanya saja, sejumlah perubahan tersebut justru dapat mempengaruhi efikasi vaksin yang ada saat ini.

Oleh sebab itu, para ahli saat ini terus melakukan penelitian untuk mengembangkan vaksin COVID-19 guna memastikan efikasinya agar tetap dapat melindungi tubuh dari varian-varian virus baru yang ada dan terus bermutasi. (*)

Baca Juga : Seekor Kucing Jadi Kepala Kepolisian di Jepang, kok Bisa?

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]