100 Korporasi Perkebunan Dikumpulkan, Diperingatkan Agar Cegah Dini Karhutla


Jumat, 05 Maret 2021 - 17:34:59 WIB
100 Korporasi Perkebunan Dikumpulkan, Diperingatkan Agar Cegah Dini Karhutla Ilustrasi-Karhutla kembali terjadi di Kampung Busur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak ,Provinsi Riau. (Ist-Haluariau.co)

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Setidaknya 100 pimpinan perkebunan sawit  dikumpulkan Pemerintah Provinsi Riau, di Gedung Pauh Janggi, Gubernuran Riau, Jumat (5/3/21). Mereka  diperingatkan agar cepat tanggap akan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Jika perusahaan lalai maka sangsi akan langsung diberikan, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," tegas Gubri diwakili  Asisten I Setdaprov Riau, Jendri Salmon Ginting,

Baca Juga : Bakti Sosial Digelar Satlantas Polres Siak pada Enam Lokasi

Menurutnya, tindakan prepentif lebih baik daripada melakukan pemadaman terhadap lahan yang telah terbakar.

“Ini bisa menjadi untuk mengantisipasi terhadap kebakaran hutan dan lahan di Riau. Tindakan preventif dilingkungan yang ada di sekitar perusahaan dan perorangan ini, agar tidak ada Karhutla diwilayah perusahaan. Tindakan prefentif ini untuk mencegah terjadinya kebakaran di lahan perusahaan, mencegah lebih baik. Untuk sangsi terap ada sesuao dengan perundang-undangan yang berlaku,” kata Jendri, dikutip Haluanriau.co, Jumat (5/3/21).

Baca Juga : Mayat Membusuk, NTT Butuh Penanggulang Penyakit

Dijelaskan Jendri, dalam pertemuan dengan perusahan perkebunan yang ada di Riau ini, pihaknya langsung meminta agar mendirikan posko Karhutla, baik yang ada diperusahaan, Kecamatan, dan sampai ke Desa. Posko ini untuk mengantisipasi lebih cepat jika terjadi Karhutla, dan segera dilakukan tindakan.

“Kami juga sudah membuat surat himbauan kepada Walikota dan Bupati serta perusahaan, agar membuat posko Karhutla sampai ke desa-desa, menjaga terjadinya kebaran dilahan yang terdekat. Dengan gerak yang cepat, menindaklanjuti membuat posko ini masuk dalam tindakan prepentif. Agar bisa menekan angka kebakran seperti tahun lalu yang mencapai 83 persen,” ungkap Jendri.

Baca Juga : Paket Sembako Dibagikan Lanal Ranai untuk Warga Teluk Buton

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli, menjelaskan, ada sebanyak 370 perusahan perkebunan yang ada di Riau. Namun yang dikumpulkan hari ini sebanyak 100 perusahan perkebunan, karena dalam kondisi pandemi Covid-19. Namun bagi peruaahaan yang tidak hadir juga tetap mengikuti aturan yang berlaku, yang diterapkan oleh Pemprov Riau.

“Saat ini perusahaan yang terpantau sekarang, tetap waspada terhadap kebakaran di area perkebunan. Harus gerak cepat korporasi bergerak dibidang perkebunan, kami memberikan masukan terkait iklim yang panas saat ini,” kata Zulfadli.

Baca Juga : Asap Hitam Pabrik Milik BIM Diduga Cemari Udara

“Perushaan haru membuka mata dan berperan aktif terhadal karhutla. Perusahaan berkomitmen mencegah sesuai aturan berlaku, kita juga memberikan penekanan dengan adanya perjanjian per perushaan atau perorangan, dengan tetap menjaga terjadinya Karhutla. Ini untuk membuktikan berkomitmen penuh, menyikapo karhutla yang terjadi saat ini,” tambahnya.

Sejak awal Januari lalu, kata Zulfadli, ada 3 perusahaan yang telah diperiksa oleh aparay kepolisian. Karena telah terjadi kebakaran dilahan perkebunan, akibatnya pihak Polda Riau, langsung mengambil tindakan dengan meminta keterangan terjadinya kebakaran apakah disengaja atau karena hal lainnya.

“Memang ada yang sudah masu di Polda Riau, terkait adanya kebakaran di Perusahaan, dan itu masih diranahnya Polda. Memang dari kita ada dan dipanggil oleh pihak Polda sebagai saksi ahli. Ada juga perusahaan yang di Pulau Rupat juga telah terjadi kebakaran, ini juga kita selidiki,” kata Zulfadli. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluanriau.co
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]