WhatsApp Dibajak Pelaku Kejahatan, Ini Tips Menghindarinya


Sabtu, 06 Maret 2021 - 00:13:31 WIB
WhatsApp Dibajak Pelaku Kejahatan, Ini Tips Menghindarinya ilustrasi penipuan WhatsApp

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM - Seiring berkembangnya teknologi dan masifnya adopsi smartphone, kejahatan siber seakan sulit dihindarkan. Berbagai kasus penipuan atau scam berupa pesan singkat, sering didapat dari pihak ketiga yang tak dikenal. Beberapa kasus tersebut misalnya adalah spam, hoaks atau pengelabuan (phising).

WhatsApp menjadi salah satu platform yang kerap digunakan pelaku kejahatan siber untuk memuluskan aksinya. Belakangan marak kasus peretasan WhatsApp. Pelaku menggunakan akun korban untuk kejahatan, umumnya dengan meminta sejumlah uang ke rekan-rekan korban pembajakan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Kapolres Payakumbuh mengungkap kasus ini dan memberi tahu cara agar tidak jadi korban. Seperti apa?

Baca Juga : GoPlay Fokus Kembangkan Live Stream Platform Tahun Ini

"Proses mereka bisa melakukan pembajakan (WhatsApp) itu menggunakan metode namanya SIM swab scheme, jadi itu mengambil alih nomor telepon," kata Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, Jumat (5/3/2021).

AKBP Alex Prawira menjelaskan tips mencegah WhatsApp tidak dihack, pertama yakni jangan memberikan kode OTP (One Time Password) kepada siapapun termasuk orang yang mengaku dari petugas salah satu provider telepon atau bank, karena pada dasarnya mereka adalah pelaku. Karena hanya pelaku yang tertarik dengan kode OTP saudara, yang lain tidak ada.

Baca Juga : Begini Cara Mudah Agar WhatsApp Anda Tidak Bisa Dibajak

Kedua, segera aktifkan Two Step Verification dengan cara, masuk ke "Setting", pilih "Two Step Verification", masukkan kode PIN sebanyak 6 digit, konfirmasi kode PIN, masukkan alamat email, konfirmasi alamat email. Ketiga, jangan berikan kode PIN kepada orang lain, karena hanya pelaku yang menginginkan kode PIN tersebut. Terakhir, yakni, jangan mengklik link tautan atau URL tidak dikenal, lebih baik diabaikan saja.

Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira menambahkan cara mengembalikan WhatsApp setelah dihack, yakni aplikasi WhatsApp di handphone lama agar di uninstall, install aplikasi WhatsApp yang baru, registrasi menggunakan nomor yang ada, masukkan OTP yang dikirimkan oleh provider telepon melalui SMS. "Jangan kirimkan OTP ke siapapun yang meminta" tegas AKBP Alex Prawira. 

Baca Juga : Hati-hati Akun Anda Dicuri, Waspadai Pesan Teks WhatsApp Berikut Ini

Selanjutnya, aktifkan Two Step Verification dengan cara masuk ke "Setting", pilih "Two Step Verification", masukkan kode PIN sebanyak 6 digit, konfirmasi kode PIN, masukkan alamat email, konfirmasi alamat email. "Langkah terakhir dan terpenting, jangan berikan kode PIN kepada orang lain," ujar AKBP Alex Prawira. (*)

Reporter : Agoes Embun | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]