WhatsApp Bisa 'Mati Suri' Tak Lama Lagi? Begini Faktanya


Sabtu, 06 Maret 2021 - 07:50:36 WIB
WhatsApp Bisa 'Mati Suri' Tak Lama Lagi? Begini Faktanya Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Dua bulan bukan waktu yang lama. Pada 15 Mei mendatang, WhatsApp akan memberlakukan aturan privasi baru yang jadi kontroversi. Pengguna tidak wajib menerimanya, tapi ada konsekuensi yang tidak enteng. Berikut fakta-faktanya:

Tak Bisa Kirim Pesan

Baca Juga : GoPlay Fokus Kembangkan Live Stream Platform Tahun Ini

WhatsApp memang takkan menghapus akun jika belum menerima kebijakan privasi baru. "Agar Anda memiliki cukup waktu untuk meninjau perubahan, tanggal berlakunya pembaruan telah kami undur menjadi tanggal 15 Mei 2021. Jika Anda belum menerima pembaruan hingga tanggal tersebut, WhatsApp tidak akan menghapus akun Anda," demikian keterangan WhatsApp.

"Namun, Anda tidak akan mendapatkan seluruh fungsionalitas WhatsApp sampai Anda menerima pembaruan. Untuk sementara waktu, Anda akan tetap dapat menerima panggilan dan notifikasi, tetapi Anda tidak akan dapat membaca atau mengirim pesan di WhatsApp," tambah mereka dikutip dari detik.com.

Baca Juga : Begini Cara Mudah Agar WhatsApp Anda Tidak Bisa Dibajak

Buat apa WhatsApp jika tidak bisa kirim pesan? Maka bisa dikatakan akun yang belum menerima aturan privasi baru mati suri. Hanya dapat menerima panggilan dan ada notifikasi tentu bakal amat menyulitkan pengguna.

Akun Dianggap Tidak Aktif

Baca Juga : Hati-hati Akun Anda Dicuri, Waspadai Pesan Teks WhatsApp Berikut Ini

Untuk pengguna yang belum menerima, ada beberapa opsi bisa ditempuh. User masih dapat menerima pembaruan ini setelah tanggal 15 Mei 2021. Akan tetapi dipastikan akun akan dikategorikan dalam kebijakan mengenai pengguna yang tidak aktif.

Kebijakan pengguna tidak aktif artinya ada batas waktu 120 hari sebelum akun dihapus. Nah, jika pengguna tetap tidak mau menerima kebijakan privasi baru sampai kapanpun, WhatsApp memberi beberapa saran untuk persiapan karena akun pada akhirnya tetap akan dihapus.

Baca Juga : Bisa Gantikan Bumi? NASA Temukan 2.241 Calon Planet Layak Huni

"Sebelum tanggal 15 Mei 2021, Anda dapat mengekspor riwayat chat pada Android atau iPhone, dan mengunduh laporan akun Anda. Jika Anda ingin menghapus akun Anda pada Android, iPhone, atau KaiOS, kami berharap Anda mempertimbangkannya kembali," sebut WhatsApp.

WhatsApp Gencarkan Sosialisasi

WhatsApp pun menggencarkan sosialisasi agar pengguna paham aturan privasi baru dan tak salah paham. WhatsApp telah membagikan edukasi melalui status di Januari 2021. Total, ada empat status yang diunggah WhatsApp untuk meyakinkan pengguna bahwa pesan mereka akan tetap aman terenkripsi.

"WhatsApp sekarang ada di status! Kami akan membuat kalian tahu tentang fitur baru dan update di sini," tulis WhatsApp di status pertamanya itu.

Mereka pun menegaskan memegang teguh privasi pengguna. "Satu hal yang tidak baru adalah komitmen kami pada privasi kalian. WhatsApp tidak bisa mendengar pembicaraan pribadi kalian karena mereka dienkripsi end-to-end," papar WhatsApp.

Selain itu, ada jurus lain. "Nanti, akan ada notifikasi di atas baris chat. Kalau Anda klik, Anda akan pindah ke halaman lain. Notifikasi ini akan tetap ada di baris percakapan, orang-orang akan mendapati notifikasi ini sampai kebijakan berlaku dan bisa mengetahui apa dampak dari kebijakan tersebut," ungkap WhatsApp APAC Communications Director Sravanthi Dev.

Puji Telegram dan Signal

WhatsApp APAC Communications Director Sravanthi Dev mengatakan bahwa WhatsApp tidak ada masalah bila penggunanya juga memakai aplikasi punya kompetitor. Malah WhatsApp merasa senang bila pengguna memiliki opsi platform bertukar pesan.

"Sangat penting orang-orang memiliki pilihan memakai aplikasi messaging apapun dan itu bagus. Banyak orang memakai aplikasi berbeda-beda. Ada saja teman yang memakai aplikasi tertentu, orang tua pakai aplikasi lainnya lagi, teman Anda bisa memakai aplikasi yang berbeda dan tak biasa, dan itu wajar saja," cetus Sravanthi.

Lebih lanjut, Sravanthi mengatakan bahwa WhatsApp mengerti bahwa isu keamanan adalah hal yang sangat penting. Karena itu ia menegaskan pihak WhatsApp akan selalu memperhatikan keamanan percakapan antar pengguna dan data-data pribadi yang sensitif lainnya.

"Signal dan WhatsApp memakai enkripsi end-to-end karena itu industry best protocol, ini adalah cara consumer berbicara dengan aman. Kami sadar security mulai mainstream dan wajar, saya rasa orang harus memahami pentingnya keamanan," ujar Sravanthi.

Pihak WhatsApp menyatakan hanya mengumpulkan informasi minim dari pengguna. Semua juga dilakukan untuk memberikan layanan yang baik untuk pengguna.

"Ketika register WhatsApp, Anda pasti memberikan nomor telepon, nama, Anda menambahkan foto profil, dan Anda pasti membagikan sedikit informasi kepada WhatsApp," ujar Sravanthi.

"3 tahun lalu, setelah WhatsApp dibeli Facebook dan WhatsApp mulai populer, kami memakai infrastruktur teknologi Facebook untuk memberikan layanan terbaik. Karena Facebook punya resource-nya. Tetapi detail dari ponsel, kami tidak pernah mengumpulkan apalagi membagikan. Facebook tidak dibagikan percakapan, kontak Anda, riwayat telepon. Jadi apa yang kami bagikan hanya untuk tunjangan performa," tegasnya.

"Jika dikatakan kami berbagi informasi kepada Facebook, saya rasa pernyataan itu kurang akurat," sambung Sravanthi. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]